• 1. TELAAH JURNAL KESEHATAN LINGKUNGANDAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN:SEBUAH SURVEI TERBARU PENELITIAN KUANTITATIF“The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya Dosen: Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr. PH Dadang Setiawan 1106143491 PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGANPROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA
  • 2. HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
  • 3. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey TerbaruPenelitian KuantitatifNo.Bagian Telaah1 Judul Penelitian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey Terbaru Penelitian Kuantitatif2 Tujuan Untuk meninjau kontribusi paling relevan yang langsung terkait variasi iklim jangka pendek atau jangka panjang yang mempengaruhi terjadinya penyebaran penyakit non infeksi dan menular, dengan malaria sebagai studi kasus; membangun model statistik yang lebih akurat untuk memprediksi dampak kondisi iklim masa depan3 Hipotesis1. Dapatkah data historis digunakan dalammengungkap bagaimana variasi iklim jangka pendekdan jangka panjang dalam mempengaruhi terjadinyapenyakit menular? 2. Apakah mungkin untuk membangun model statistikyang lebih akurat yang mampu untuk memprediksidampak masa depan kondisi iklim yang berbedapada transmisibilitas penyakit menular kategorisangat berbahaya?
  • 4. 4 Desain dan Metodologi Perhatian khusus akan diambil dari aspek metodologispada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikansesuai dengan pertimbangan a.l. jenis model kuantitatif,model time-series, model panel data dan spasial, sertapendekatan non-statistik:• Model time series antara lain model ARMAX (AutoRegresi Moving Average dengan variabel eksogen),ECM (Error Correction Model), dan model peramalannon-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggaldan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman,perkalian);• Model panel data dan spasial a.l. model efek tetap danacak, model panel data dinamis, model spasial lag danerror spasial;• Pendekatan non-statistik, seperti Model PenilaianTerpadu (IAMS), Computable General Equilibrium(CGE) model, model Proyek Analisis PerdaganganGlobal Proyek (GTAP), dan Penilaian PerbandinganRisiko (CRA).5 Waktu dan TempatPenelitian dibuat pada 2012, dengan mengkaji data timePenelitianseries dengan memformulasikan penyebaran malariadan penduduk yang berisiko tersebut dari beberapanegara di sub-sahara Afrika, variabel ekonomi, danvariabilitas perubahan iklim.
  • 5. 6 Kriteria dan DefinisiPerubahan iklim hanya salah satu faktor penting yangKasusmempengaruhi kejadian penyakit menular dan bahwa efek yang sangat tidak mungkin untuk menjadi independen dari faktor sosio-demografi (misalnya, migrasi manusia, transportasi, gizi), atau dari pengaruh lingkungan (misalnya, penggundulan hutan, pembangunan pertanian, proyek air, urbanisasi). Secara khusus telah diperkirakan bahwa sekitar 42% dari beban malaria global, atau setengah juta kematian setiap tahunnya, bisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan, meskipun proporsi ini bervariasi secara signifikan di seluruh daerah yang berbeda: antara lain 36% di wilayah Mediterania Timur; 40% di kawasan Pasifik Barat; 42% di sub-Sahara Afrika, 42% di Wilayah Asia Tenggara, 50% di Wilayah Eropa; 64% di Wilayah Amerika7 Fokus yang diteliti, hasil Model Penilaian Terpadu (Integrated Assessmentdan cara pengukuranModels -- IAM) merupakan landasan metodologis yang valid. Dalam kerangka metodologis IAM, memperkirakan biaya iklim dengan upaya biasa (business as usual -- BAU): akan setara dengan 5% pengurangan per kapita pendapatan minimal. Proporsi ini bisa meningkat menjadi 11% dengan mempertimbangkan efek langsung pada lingkungan dan kesehatan (dampak "non-pasar”).8 Keunggulan Penelitian ini menggunakan komputasi model dengan menghitung menggabungkan beberapa faktor dan variabel. Model time series, dan model peramalan non- parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman, perkalian); model panel data dan spasial a.l. model efek tetap dan acak, model panel data dinamis, model spasial lag dan error spasial; dan pendekatan non-statistik, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, model Proyek Analisis Perdagangan Global Proyek (GTAP), dan Penilaian Perbandingan Risiko (CRA). Beberapa hasil kajian kuantifikasi tersebut diintegrasikan dalam kasus malaria, dan terkait dengan
  • 6. pengelolaan kesehatan sebagai dampak dari perubahan iklim, serta mengembangkan sistem peringatan dini.9Keterbatasan1. Studi ini menyajikan beberapa keterbatasan yangharus dikaji dalam penelitian masa datang untukmemperkirakan beban penyakit. Masalahpeningkatan akses ke sistem air dan sanitasi belumdiperhitungkan, juga tingkat perkembanganekonomi, padahal ini merupakan faktor penting yangmempengaruhi kerentanan penduduk. 2. Korelasi antara hasil kesehatan yang berbeda tidakdievaluasi. Hal ini sangat penting terutama untukgizi buruk yang erat berhbungan dengan kejadianpenyakit lain. Akhirnya, model untuk malaria yangterkait dengan variabel iklim terhadap risiko(penduduk) secara wilayah geografis dan perkiraandampak yang terkait dengan perubahan suhu rata-rata sementara ini tidak memperhitungkanvariabilitas iklim.10 Hubungan antar variabel Pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan diperkirakan akan menyebabkan penyakit vector-borne yang memperluas jangkauan mereka dan korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsung perubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim kemungkinan berdampak lebih besar pada kesehatan global.11 Hasil studi Makalah ini berisi ringkasan kritis terhadap literatur terbaru yang berkaitan dengan aspek umum dari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia a.l.: ekonomi perubahan iklim; bagaimana mengelola dampak kesehatan dari perubahan iklim; Sistem Peringatan Dini dan penyakit menular; mengevaluasi risiko terhadap kesehatan manusia yang terkait dengan perubahan iklim; implikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi lingkungan. Hasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan dengan menggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut: • Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan
  • 7. manusia, mata pencaharian, keamanan, danmasyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akanmembesar.• Dampak iklim masih sulit untuk dinilai denganakurat karena hasil interaksi dari berbagai faktorsaling pengaruh secara kompleks. Adalah menantanguntuk mengisolasi dampak perubahan iklim kemanusia secara definitif dari faktor lain sepertivariabilitas alam, pertumbuhan penduduk,penggunaan lahan dan tata pemerintahan.• Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masihbelum cukup untuk membuat estimasi definitifdengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklimterhadap manusia. Namun, data dan model memangada yang membentuk titik awal yang kuat untukmembuat estimasi dan proyeksi yang dapatmenginformasikan debat publik, pembuatankebijakan dan penelitian di masa medatang.12 Penelitian dengan tema Haines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. serupa Corvalan (2006). “Perubahan Iklim dan Kesehatan:Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,”Elsevier.Alistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein(1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan di KawasanAsia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.13 Penelitian serupa• Pemahaman siklus penyakit vector borne dan mendatangzoonotic (VBZD) dan dampaknya terhadapmanajemen ekologi serta ledakan transmisiVBDZ, termasuk dampak baru dan tekananselektif intensif karena perubahan iklim• Mengembangkan metode untuk mendekteksijumlah, ciri-ciri, dan monitor potensi tranmisiVZBD tekait dengan perubahan lingkungan didarat, laut, pesisir, dan danau• Mengembangkan pemahaman kejadian cuacaekstrim terkait dengan fenomena peristiwa alamseperti El Nino, La Nina dan muson dandampaknya terhadap manusia• Memvalidasi dan mengembangkan model
  • 8. ekologi VZBD yang terjalin dengan datasettransmisi VZBD, mengidentifikasi pola terkaitperubahan iklim dan mengintegrasikankemungkinan perluasan dampak proyeksiperubahan iklim• Mengkaji kemampuan sistem perawatankesehatan untuk merespon kejadian cuacaekstrim dan menyediakan akses tanpa henti danlayanan perawatan kesehatan dengan berbagaiskenario• Memahami dampak sekunder perubahan iklima.l. kurang gizi, konflik, dan pengungsianpenduduk karena VZBD, serta evaluasiefektivitas strategi pencegahannya• Peningkatan riset tentang efektivitas metodepencegahan pribadi termasuk vaksin,repellents, kelambu, chemoproprophylaxis, danlainnya• Mengembangkan sistem peringatan dini yangterintegrasi dengan surveilans masyarakat danbinatang, kajian strategi risiko, mitigasi dan adaptasiterkait transmisi VBZD.• Mengembangkan strategi untuk menhubungkandatabase kesehatan dengan monitoring secara realtime dan penilaian ke depan atas cuaca, iklim,geospasial, dan data yang terkena paparan (eksposur)•Meningkatkan prediktabilitas, model, dan penilaianterkini dari variabilitas iklim dan perubahan(musiman atau 10 tahunan) cuaca ekstrim dankorelasi dengan hasil kesehatan jangka pendek danpanjang• Meningkatkan riset tentang efektivitas strategikomunikasi dan pencegahan terkait respon ledakanVBDZ• Memperluas riset tentang pencegahan dan kesiapankejadian cuaca ekstrim termasuk pengembatan alat-alat perencanaan bencana a.l. sistem data dankomunikasi untuk perawatan kesehatan danemergensi, termasuk peningkatan akses ke catatanmedis dan kemampuan rumah sakit secara regional
  • 9. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan:Sebuah Survei Kuantitatif Terbaru Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil MarkandyaDalam beberapa tahun terakhir telah terjadi perdebatan ilmiah dan publik yang besartentang perubahan iklim dan dampaknya langsung maupun tidak langsung terhadapkesehatan manusia. Secara khusus, sejumlah besar penelitian tentang pengaruh perubahaniklim terhadap kesehatan manusia telah menjawab dua pertanyaan mendasar. Pertama,dapatkah data historis membantu dalam mengungkap bagaimana variasi iklim jangkapendek atau jangka panjang mempengaruhi terjadinya penyakit menular? Kedua, apakahmungkin untuk membangun model kuantitatif lebih akurat yang mampu memprediksidampak masa depan kondisi iklim yang berbeda pada transmisibilitas terutama penyakitmenular sangat berbahaya? Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk meninjaukontribusi paling relevan yang langsung menangani pertanyaan-pertanyaan tersebut, baikberkaitan dengan dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi danmenular, dengan malaria sebagai studi kasus. Perhatian khusus akan ditarik pada aspekmetodologis studi masing-masing, yang akan diklasifikasikan sesuai dengan jenis modelkuantitatif dipertimbangkan, model seri yaitu waktu, panel data dan model spasial, danpendekatan non-statistik.TujuanTujuan utama dari pekerjaan ini adalah untuk meninjau kontribusi paling relevan yanglangsung ditangani pertanyaan-pertanyaan, sehubungan dengan pengaruh perubahaniklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi dan menular. Perhatian khusus akandiambil dari aspek metodologis pada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikan,sesuai dengan jenis pertimbangan model kuantitatif dalam kategori sebagai berikut: • model time series, di antaranya ARMAX (Auto Regresi Moving Average dengan variabel eksogen) model, ECM (Error Correction Model), dan model peramalan non-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, Holt Winters- metode (aditif, tidak musiman, perkalian); • Panel data dan model spasial, seperti model efek tetap dan acak, panel data dinamis model, spasial lag dan model error spasial;
  • 10. • Non-statistik pendekatan, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, Perdagangan Global Model Proyek Analisis (GTAP), dan Penilaian Risiko Perbandingan (CRA).Pengelolaan Dampak Kesehatan dari Perubahan IklimPemanasan global diperkirakan akan semakin mempengaruhi ketahanan pangan,ketersediaan air dan kualitas, dan tepat tol pada kesehatan masyarakat, memacu penyakitkronis, prevalensi malaria, dan penyakit kardiovaskular dan pernapasan.Kondisi cuaca saat ini sangat mempengaruhi kesehatan penduduk miskin di negaraberkembang, dan perubahan iklim memiliki efek perkalian. Sebuah perubahan iklimlebih lanjut mempengaruhi unsur penting menjaga kesehatan yang baik: udara bersih danair, makanan yang cukup dan tempat tinggal yang memadai. Sebuah iklim lebih hangatdan lebih bervariasi mengarah ke tingkat lebih tinggi dari peningkatan sejumlah polutanudara dan transmisi penyakit melalui air yang tidak bersih dan makanan yangterkontaminasi.Pemanasan global bersama dengan perubahan persediaan makanan dan air akanmenyebabkan, secara tidak langsung memacu peningkatan penyakit seperti kekurangangizi, diare, penyakit jantung dan pernapasan, dan air yang terbawa serangga dan penyakityang ditularkan. Juga, ada hubungan -antara hal ini dengan hasil kesehatan, misalnyagizi buruk terkait dengan malaria dan diare yang dapat menyebabkan penurunan beratbadan yang signifikan pada anak yang terkena dampak jika disertai dengan kelangkaanmakanan. Malaria dan diare dapat menjadi sebab dan akibat dari kekurangan gizi.Pengaruh kesehatan dari perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan penyakit yangditularkan oleh nyamuk (vector-borne) untuk memperluas jangkauan mereka danmenambah korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsungperubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim cenderungmemiliki efek lebih besar pada kesehatan global.Pendekatan terpadu dan multidisiplin untuk mengurangi efek kesehatan yang merugikandari perubahan iklim memerlukan setidaknya tiga tingkat tindakan. Pertama, kebijakanharus diambil untuk mengurangi emisi karbon dan untuk meningkatkan penyerapan
  • 11. karbon secara biologis (biosequestration), dan dengan demikian memperlambatpemanasan global dan akhirnya menstabilkan suhu. Kedua, penelitian lebih lanjutdiperlukan untuk memahami dengan jelas hubungan antara perubahan iklim danterjadinya penyakit. Ketiga, sesuai sistem kesehatan masyarakat harus dimasukkan kedalam tempat untuk berurusan dengan hasil yang merugikan dalam hal langkah-langkahadaptasi efisien dan hemat biaya pada tingkat lokal, dan nasional.Kemampuan peradaban saat ini untuk menanggapi dampak kesehatan negatif perubahaniklim bergantung pada informasi yang dapat dipercaya, relevan, dan up-to-date.Memperkuat kapasitas informasi, teknologi, dan ilmiah di negara-negara berkembangsangat penting untuk keberhasilan gerakan kesehatan masyarakat baru. Pengembangankapasitas ini akan membantu untuk menjaga kerentanan untuk minimum danmembangun ketahanan dalam infrastruktur lokal, regional, dan nasional.Kebijakan tanggapan terhadap implikasi kesehatan masyarakat dari perubahan iklimharus dirumuskan dalam kondisi ketidakpastian, yang akan ada tentang skala dan waktuefek, serta sifat, lokasi, dan intensitas.Tantangan utama adalah untuk meningkatkan pengawasan dan sistem informasikesehatan primer di negara-negara termiskin, dan berbagi pengetahuan dan strategiadaptasi masyarakat lokal dalam skala luas. Data penting perlu menyertakan proyeksiperubahan di kawasan yang berhubungan dengan paparan (exposure) kesehatan, proyeksihasil kesehatan di bawah emisi masa depan yang berbeda dan skenario adaptasi, hasilpanen, harga pangan, ukuran keamanan pangan keluarga, data hidrologi dan iklim lokal,perkiraan kerentanan pemukiman manusia (misalnya, di daerah kumuh perkotaan ataumasyarakat yang dekat dengan daerah pesisir), faktor risiko, dan respon pilihan untukkejadian cuaca ekstrim, kerentanan terhadap migrasi sebagai akibat dari perubahanpermukaan laut atau badai, dan faktor kunci kesehatan antara lain gizi, dan indikatordemografi menurut negara dan lokalitas.Penulis makalah ini berpendapat, faktor kunci pengelolaan efek kesehatan terkaitperubahan iklim menjadi a.l.: kemiskinan dan ketidakadilan di bidang kesehatanberkurang; insentif untuk pengembangan teknologi baru dan penerapan teknologi yangsudah ada di negara berkembang; perubahan gaya hidup; peningkatan koordinasi danakuntabilitas pemerintahan global, perbaikan koordinasi dan akuntabilitas tata kelola
  • 12. secara global, peningkatan advokasi untuk mengurangi perubahan iklim melaluikesadaran kesehatan masyarakat.KesimpulanHasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan denganmenggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut:• Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan manusia, mata pencaharian,keamanan, dan masyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akan membesar.• Dampak iklim masih sulit untuk dinilai dengan akurat karena hasil interaksi dariberbagai faktor saling pengaruh secara kompleks. Adalah menantang untukmengisolasi dampak perubahan iklim ke manusia secara definitif dari faktor lainseperti variabilitas alam, pertumbuhan penduduk, penggunaan lahan dan tatapemerintahan.• Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masih belum cukup untuk membuatestimasi definitif dengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklim terhadap manusia.Namun, data dan model memang ada yang membentuk titik awal yang kuat untukmembuat estimasi dan proyeksi yang dapat menginformasikan debat publik,pembuatan kebijakan dan penelitian di masa medatang.
  • 13. DAFTAR PUSTAKAAlistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein (1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan diKawasan Asia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.The Interagency Working Group on Climate Change and Health (2010). A Human HealthPerspective on Climate Change: A Report Outlining the Research Needs of the Human HealthEffects of Climate Change. Environmental Health Perspectives and the National Institute ofEnvironmental Health ScienceHaines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. Corvalan (2006). “Perubahan Iklim danKesehatan: Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,” Elsevier.Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya (2012). “DampakPerubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survei Terbaru Penelitian Kuantitatif,”International Journal of Environmental Research and Public Health.
    Please download to view
  • All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
    ...

    Journal Review: The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”

    by dadang-setiawan

    on

    Report

    Category:

    Documents

    Download: 0

    Comment: 0

    3,509

    views

    Comments

    Description

    Download Journal Review: The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”

    Transcript

    • 1. TELAAH JURNAL KESEHATAN LINGKUNGANDAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN:SEBUAH SURVEI TERBARU PENELITIAN KUANTITATIF“The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya Dosen: Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr. PH Dadang Setiawan 1106143491 PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGANPROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA
  • 2. HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
  • 3. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey TerbaruPenelitian KuantitatifNo.Bagian Telaah1 Judul Penelitian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey Terbaru Penelitian Kuantitatif2 Tujuan Untuk meninjau kontribusi paling relevan yang langsung terkait variasi iklim jangka pendek atau jangka panjang yang mempengaruhi terjadinya penyebaran penyakit non infeksi dan menular, dengan malaria sebagai studi kasus; membangun model statistik yang lebih akurat untuk memprediksi dampak kondisi iklim masa depan3 Hipotesis1. Dapatkah data historis digunakan dalammengungkap bagaimana variasi iklim jangka pendekdan jangka panjang dalam mempengaruhi terjadinyapenyakit menular? 2. Apakah mungkin untuk membangun model statistikyang lebih akurat yang mampu untuk memprediksidampak masa depan kondisi iklim yang berbedapada transmisibilitas penyakit menular kategorisangat berbahaya?
  • 4. 4 Desain dan Metodologi Perhatian khusus akan diambil dari aspek metodologispada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikansesuai dengan pertimbangan a.l. jenis model kuantitatif,model time-series, model panel data dan spasial, sertapendekatan non-statistik:• Model time series antara lain model ARMAX (AutoRegresi Moving Average dengan variabel eksogen),ECM (Error Correction Model), dan model peramalannon-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggaldan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman,perkalian);• Model panel data dan spasial a.l. model efek tetap danacak, model panel data dinamis, model spasial lag danerror spasial;• Pendekatan non-statistik, seperti Model PenilaianTerpadu (IAMS), Computable General Equilibrium(CGE) model, model Proyek Analisis PerdaganganGlobal Proyek (GTAP), dan Penilaian PerbandinganRisiko (CRA).5 Waktu dan TempatPenelitian dibuat pada 2012, dengan mengkaji data timePenelitianseries dengan memformulasikan penyebaran malariadan penduduk yang berisiko tersebut dari beberapanegara di sub-sahara Afrika, variabel ekonomi, danvariabilitas perubahan iklim.
  • 5. 6 Kriteria dan DefinisiPerubahan iklim hanya salah satu faktor penting yangKasusmempengaruhi kejadian penyakit menular dan bahwa efek yang sangat tidak mungkin untuk menjadi independen dari faktor sosio-demografi (misalnya, migrasi manusia, transportasi, gizi), atau dari pengaruh lingkungan (misalnya, penggundulan hutan, pembangunan pertanian, proyek air, urbanisasi). Secara khusus telah diperkirakan bahwa sekitar 42% dari beban malaria global, atau setengah juta kematian setiap tahunnya, bisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan, meskipun proporsi ini bervariasi secara signifikan di seluruh daerah yang berbeda: antara lain 36% di wilayah Mediterania Timur; 40% di kawasan Pasifik Barat; 42% di sub-Sahara Afrika, 42% di Wilayah Asia Tenggara, 50% di Wilayah Eropa; 64% di Wilayah Amerika7 Fokus yang diteliti, hasil Model Penilaian Terpadu (Integrated Assessmentdan cara pengukuranModels -- IAM) merupakan landasan metodologis yang valid. Dalam kerangka metodologis IAM, memperkirakan biaya iklim dengan upaya biasa (business as usual -- BAU): akan setara dengan 5% pengurangan per kapita pendapatan minimal. Proporsi ini bisa meningkat menjadi 11% dengan mempertimbangkan efek langsung pada lingkungan dan kesehatan (dampak "non-pasar”).8 Keunggulan Penelitian ini menggunakan komputasi model dengan menghitung menggabungkan beberapa faktor dan variabel. Model time series, dan model peramalan non- parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman, perkalian); model panel data dan spasial a.l. model efek tetap dan acak, model panel data dinamis, model spasial lag dan error spasial; dan pendekatan non-statistik, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, model Proyek Analisis Perdagangan Global Proyek (GTAP), dan Penilaian Perbandingan Risiko (CRA). Beberapa hasil kajian kuantifikasi tersebut diintegrasikan dalam kasus malaria, dan terkait dengan
  • 6. pengelolaan kesehatan sebagai dampak dari perubahan iklim, serta mengembangkan sistem peringatan dini.9Keterbatasan1. Studi ini menyajikan beberapa keterbatasan yangharus dikaji dalam penelitian masa datang untukmemperkirakan beban penyakit. Masalahpeningkatan akses ke sistem air dan sanitasi belumdiperhitungkan, juga tingkat perkembanganekonomi, padahal ini merupakan faktor penting yangmempengaruhi kerentanan penduduk. 2. Korelasi antara hasil kesehatan yang berbeda tidakdievaluasi. Hal ini sangat penting terutama untukgizi buruk yang erat berhbungan dengan kejadianpenyakit lain. Akhirnya, model untuk malaria yangterkait dengan variabel iklim terhadap risiko(penduduk) secara wilayah geografis dan perkiraandampak yang terkait dengan perubahan suhu rata-rata sementara ini tidak memperhitungkanvariabilitas iklim.10 Hubungan antar variabel Pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan diperkirakan akan menyebabkan penyakit vector-borne yang memperluas jangkauan mereka dan korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsung perubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim kemungkinan berdampak lebih besar pada kesehatan global.11 Hasil studi Makalah ini berisi ringkasan kritis terhadap literatur terbaru yang berkaitan dengan aspek umum dari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia a.l.: ekonomi perubahan iklim; bagaimana mengelola dampak kesehatan dari perubahan iklim; Sistem Peringatan Dini dan penyakit menular; mengevaluasi risiko terhadap kesehatan manusia yang terkait dengan perubahan iklim; implikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi lingkungan. Hasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan dengan menggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut: • Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan
  • 7. manusia, mata pencaharian, keamanan, danmasyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akanmembesar.• Dampak iklim masih sulit untuk dinilai denganakurat karena hasil interaksi dari berbagai faktorsaling pengaruh secara kompleks. Adalah menantanguntuk mengisolasi dampak perubahan iklim kemanusia secara definitif dari faktor lain sepertivariabilitas alam, pertumbuhan penduduk,penggunaan lahan dan tata pemerintahan.• Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masihbelum cukup untuk membuat estimasi definitifdengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklimterhadap manusia. Namun, data dan model memangada yang membentuk titik awal yang kuat untukmembuat estimasi dan proyeksi yang dapatmenginformasikan debat publik, pembuatankebijakan dan penelitian di masa medatang.12 Penelitian dengan tema Haines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. serupa Corvalan (2006). “Perubahan Iklim dan Kesehatan:Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,”Elsevier.Alistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein(1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan di KawasanAsia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.13 Penelitian serupa• Pemahaman siklus penyakit vector borne dan mendatangzoonotic (VBZD) dan dampaknya terhadapmanajemen ekologi serta ledakan transmisiVBDZ, termasuk dampak baru dan tekananselektif intensif karena perubahan iklim• Mengembangkan metode untuk mendekteksijumlah, ciri-ciri, dan monitor potensi tranmisiVZBD tekait dengan perubahan lingkungan didarat, laut, pesisir, dan danau• Mengembangkan pemahaman kejadian cuacaekstrim terkait dengan fenomena peristiwa alamseperti El Nino, La Nina dan muson dandampaknya terhadap manusia• Memvalidasi dan mengembangkan model
  • 8. ekologi VZBD yang terjalin dengan datasettransmisi VZBD, mengidentifikasi pola terkaitperubahan iklim dan mengintegrasikankemungkinan perluasan dampak proyeksiperubahan iklim• Mengkaji kemampuan sistem perawatankesehatan untuk merespon kejadian cuacaekstrim dan menyediakan akses tanpa henti danlayanan perawatan kesehatan dengan berbagaiskenario• Memahami dampak sekunder perubahan iklima.l. kurang gizi, konflik, dan pengungsianpenduduk karena VZBD, serta evaluasiefektivitas strategi pencegahannya• Peningkatan riset tentang efektivitas metodepencegahan pribadi termasuk vaksin,repellents, kelambu, chemoproprophylaxis, danlainnya• Mengembangkan sistem peringatan dini yangterintegrasi dengan surveilans masyarakat danbinatang, kajian strategi risiko, mitigasi dan adaptasiterkait transmisi VBZD.• Mengembangkan strategi untuk menhubungkandatabase kesehatan dengan monitoring secara realtime dan penilaian ke depan atas cuaca, iklim,geospasial, dan data yang terkena paparan (eksposur)•Meningkatkan prediktabilitas, model, dan penilaianterkini dari variabilitas iklim dan perubahan(musiman atau 10 tahunan) cuaca ekstrim dankorelasi dengan hasil kesehatan jangka pendek danpanjang• Meningkatkan riset tentang efektivitas strategikomunikasi dan pencegahan terkait respon ledakanVBDZ• Memperluas riset tentang pencegahan dan kesiapankejadian cuaca ekstrim termasuk pengembatan alat-alat perencanaan bencana a.l. sistem data dankomunikasi untuk perawatan kesehatan danemergensi, termasuk peningkatan akses ke catatanmedis dan kemampuan rumah sakit secara regional
  • 9. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan:Sebuah Survei Kuantitatif Terbaru Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil MarkandyaDalam beberapa tahun terakhir telah terjadi perdebatan ilmiah dan publik yang besartentang perubahan iklim dan dampaknya langsung maupun tidak langsung terhadapkesehatan manusia. Secara khusus, sejumlah besar penelitian tentang pengaruh perubahaniklim terhadap kesehatan manusia telah menjawab dua pertanyaan mendasar. Pertama,dapatkah data historis membantu dalam mengungkap bagaimana variasi iklim jangkapendek atau jangka panjang mempengaruhi terjadinya penyakit menular? Kedua, apakahmungkin untuk membangun model kuantitatif lebih akurat yang mampu memprediksidampak masa depan kondisi iklim yang berbeda pada transmisibilitas terutama penyakitmenular sangat berbahaya? Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk meninjaukontribusi paling relevan yang langsung menangani pertanyaan-pertanyaan tersebut, baikberkaitan dengan dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi danmenular, dengan malaria sebagai studi kasus. Perhatian khusus akan ditarik pada aspekmetodologis studi masing-masing, yang akan diklasifikasikan sesuai dengan jenis modelkuantitatif dipertimbangkan, model seri yaitu waktu, panel data dan model spasial, danpendekatan non-statistik.TujuanTujuan utama dari pekerjaan ini adalah untuk meninjau kontribusi paling relevan yanglangsung ditangani pertanyaan-pertanyaan, sehubungan dengan pengaruh perubahaniklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi dan menular. Perhatian khusus akandiambil dari aspek metodologis pada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikan,sesuai dengan jenis pertimbangan model kuantitatif dalam kategori sebagai berikut: • model time series, di antaranya ARMAX (Auto Regresi Moving Average dengan variabel eksogen) model, ECM (Error Correction Model), dan model peramalan non-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, Holt Winters- metode (aditif, tidak musiman, perkalian); • Panel data dan model spasial, seperti model efek tetap dan acak, panel data dinamis model, spasial lag dan model error spasial;
  • 10. • Non-statistik pendekatan, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, Perdagangan Global Model Proyek Analisis (GTAP), dan Penilaian Risiko Perbandingan (CRA).Pengelolaan Dampak Kesehatan dari Perubahan IklimPemanasan global diperkirakan akan semakin mempengaruhi ketahanan pangan,ketersediaan air dan kualitas, dan tepat tol pada kesehatan masyarakat, memacu penyakitkronis, prevalensi malaria, dan penyakit kardiovaskular dan pernapasan.Kondisi cuaca saat ini sangat mempengaruhi kesehatan penduduk miskin di negaraberkembang, dan perubahan iklim memiliki efek perkalian. Sebuah perubahan iklimlebih lanjut mempengaruhi unsur penting menjaga kesehatan yang baik: udara bersih danair, makanan yang cukup dan tempat tinggal yang memadai. Sebuah iklim lebih hangatdan lebih bervariasi mengarah ke tingkat lebih tinggi dari peningkatan sejumlah polutanudara dan transmisi penyakit melalui air yang tidak bersih dan makanan yangterkontaminasi.Pemanasan global bersama dengan perubahan persediaan makanan dan air akanmenyebabkan, secara tidak langsung memacu peningkatan penyakit seperti kekurangangizi, diare, penyakit jantung dan pernapasan, dan air yang terbawa serangga dan penyakityang ditularkan. Juga, ada hubungan -antara hal ini dengan hasil kesehatan, misalnyagizi buruk terkait dengan malaria dan diare yang dapat menyebabkan penurunan beratbadan yang signifikan pada anak yang terkena dampak jika disertai dengan kelangkaanmakanan. Malaria dan diare dapat menjadi sebab dan akibat dari kekurangan gizi.Pengaruh kesehatan dari perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan penyakit yangditularkan oleh nyamuk (vector-borne) untuk memperluas jangkauan mereka danmenambah korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsungperubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim cenderungmemiliki efek lebih besar pada kesehatan global.Pendekatan terpadu dan multidisiplin untuk mengurangi efek kesehatan yang merugikandari perubahan iklim memerlukan setidaknya tiga tingkat tindakan. Pertama, kebijakanharus diambil untuk mengurangi emisi karbon dan untuk meningkatkan penyerapan
  • 11. karbon secara biologis (biosequestration), dan dengan demikian memperlambatpemanasan global dan akhirnya menstabilkan suhu. Kedua, penelitian lebih lanjutdiperlukan untuk memahami dengan jelas hubungan antara perubahan iklim danterjadinya penyakit. Ketiga, sesuai sistem kesehatan masyarakat harus dimasukkan kedalam tempat untuk berurusan dengan hasil yang merugikan dalam hal langkah-langkahadaptasi efisien dan hemat biaya pada tingkat lokal, dan nasional.Kemampuan peradaban saat ini untuk menanggapi dampak kesehatan negatif perubahaniklim bergantung pada informasi yang dapat dipercaya, relevan, dan up-to-date.Memperkuat kapasitas informasi, teknologi, dan ilmiah di negara-negara berkembangsangat penting untuk keberhasilan gerakan kesehatan masyarakat baru. Pengembangankapasitas ini akan membantu untuk menjaga kerentanan untuk minimum danmembangun ketahanan dalam infrastruktur lokal, regional, dan nasional.Kebijakan tanggapan terhadap implikasi kesehatan masyarakat dari perubahan iklimharus dirumuskan dalam kondisi ketidakpastian, yang akan ada tentang skala dan waktuefek, serta sifat, lokasi, dan intensitas.Tantangan utama adalah untuk meningkatkan pengawasan dan sistem informasikesehatan primer di negara-negara termiskin, dan berbagi pengetahuan dan strategiadaptasi masyarakat lokal dalam skala luas. Data penting perlu menyertakan proyeksiperubahan di kawasan yang berhubungan dengan paparan (exposure) kesehatan, proyeksihasil kesehatan di bawah emisi masa depan yang berbeda dan skenario adaptasi, hasilpanen, harga pangan, ukuran keamanan pangan keluarga, data hidrologi dan iklim lokal,perkiraan kerentanan pemukiman manusia (misalnya, di daerah kumuh perkotaan ataumasyarakat yang dekat dengan daerah pesisir), faktor risiko, dan respon pilihan untukkejadian cuaca ekstrim, kerentanan terhadap migrasi sebagai akibat dari perubahanpermukaan laut atau badai, dan faktor kunci kesehatan antara lain gizi, dan indikatordemografi menurut negara dan lokalitas.Penulis makalah ini berpendapat, faktor kunci pengelolaan efek kesehatan terkaitperubahan iklim menjadi a.l.: kemiskinan dan ketidakadilan di bidang kesehatanberkurang; insentif untuk pengembangan teknologi baru dan penerapan teknologi yangsudah ada di negara berkembang; perubahan gaya hidup; peningkatan koordinasi danakuntabilitas pemerintahan global, perbaikan koordinasi dan akuntabilitas tata kelola
  • 12. secara global, peningkatan advokasi untuk mengurangi perubahan iklim melaluikesadaran kesehatan masyarakat.KesimpulanHasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan denganmenggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut:• Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan manusia, mata pencaharian,keamanan, dan masyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akan membesar.• Dampak iklim masih sulit untuk dinilai dengan akurat karena hasil interaksi dariberbagai faktor saling pengaruh secara kompleks. Adalah menantang untukmengisolasi dampak perubahan iklim ke manusia secara definitif dari faktor lainseperti variabilitas alam, pertumbuhan penduduk, penggunaan lahan dan tatapemerintahan.• Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masih belum cukup untuk membuatestimasi definitif dengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklim terhadap manusia.Namun, data dan model memang ada yang membentuk titik awal yang kuat untukmembuat estimasi dan proyeksi yang dapat menginformasikan debat publik,pembuatan kebijakan dan penelitian di masa medatang.
  • 13. DAFTAR PUSTAKAAlistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein (1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan diKawasan Asia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.The Interagency Working Group on Climate Change and Health (2010). A Human HealthPerspective on Climate Change: A Report Outlining the Research Needs of the Human HealthEffects of Climate Change. Environmental Health Perspectives and the National Institute ofEnvironmental Health ScienceHaines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. Corvalan (2006). “Perubahan Iklim danKesehatan: Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,” Elsevier.Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya (2012). “DampakPerubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survei Terbaru Penelitian Kuantitatif,”International Journal of Environmental Research and Public Health.
  • Fly UP