MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI BERMAIN POLA MANIK-MANIK PADA ANAK DI TK AN NUR KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA

  • Published on
    01-Jan-2016

  • View
    55

  • Download
    0

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WAHYUNI MUSTIANAH, http://ejournal.unesa.ac.id

Transcript

1MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEPBILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANSTRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLA MANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAK KELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKAAAA DIDIDIDI TKTKTKTK ANANANAN NURNURNURNURKECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATANTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYO SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAARTIKELARTIKELARTIKELARTIKEL SKRIPSISKRIPSISKRIPSISKRIPSIWAHYUNIWAHYUNIWAHYUNIWAHYUNI MUSTIANAHMUSTIANAHMUSTIANAHMUSTIANAH091684486091684486091684486091684486PemprovPemprovPemprovPemprov2010201020102010UNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITAS NEGERINEGERINEGERINEGERI SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAFAKULTASFAKULTASFAKULTASFAKULTAS ILMUILMUILMUILMU PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANJURUSANJURUSANJURUSANJURUSAN PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPRODIPRODIPRODIPRODI S1S1S1S1 PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDSURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA2012201220122012MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEPBILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANSTRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLA MANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAK KELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKAAAA DIDIDIDI TKTKTKTK ANANANAN NURNURNURNURKECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATANTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYO SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYASKRIPSISKRIPSISKRIPSISKRIPSIDiajukanDiajukanDiajukanDiajukan kepadakepadakepadakepada UniversitasUniversitasUniversitasUniversitas NegeriNegeriNegeriNegeri SurabayaSurabayaSurabayaSurabayaUntukUntukUntukUntuk memenuhimemenuhimemenuhimemenuhi persyaratanpersyaratanpersyaratanpersyaratan penyelesaianpenyelesaianpenyelesaianpenyelesaianProgramProgramProgramProgram sarjanasarjanasarjanasarjana pendidikanpendidikanpendidikanpendidikanOlehOlehOlehOlehWahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianah091684486091684486091684486091684486PemprovPemprovPemprovPemprov2010201020102010UNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITAS NEGERINEGERINEGERINEGERI SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAFAKULTASFAKULTASFAKULTASFAKULTAS ILMUILMUILMUILMU PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANJURUSANJURUSANJURUSANJURUSAN PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPRODIPRODIPRODIPRODI S1S1S1S1 PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDSURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA2012201220122012IMPROVINGIMPROVINGIMPROVINGIMPROVINGTHETHETHETHEABILITYABILITYABILITYABILITYTOTOTOTORECOGNIZERECOGNIZERECOGNIZERECOGNIZE NUMERICALNUMERICALNUMERICALNUMERICALCONCEPTCONCEPTCONCEPTCONCEPT 1-101-101-101-10 THROUGHTHROUGHTHROUGHTHROUGH PLAYINGPLAYINGPLAYINGPLAYINGBEADSBEADSBEADSBEADS STRATEGYSTRATEGYSTRATEGYSTRATEGYFORFORFORFORTHETHETHETHECHILDRENCHILDRENCHILDRENCHILDRENOFOFOFOFANANANANNURNURNURNURKINDERGARTENKINDERGARTENKINDERGARTENKINDERGARTENTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYOSURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAWahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianahABSTRACTABSTRACTABSTRACTABSTRACTThe low childrens ability in recognizing numerical concept at AN NURkindergarten is one of the causes of the difficulties og counting lesson in theacademic year 2011/2012. There are about 70% of the children who still cannotunderstand the number well, the other 30% of the children can understand it well.One of causes is the childrens boredom in following the uninteresting lesson andthere are many teachers who are still lack of the learning strategy. Based on thatreason, the researcher used playing beads strategy to recognize number 1-10 forthe A group children of AN NUR kindergarten. The purpose of applying thisstrategy is to know the use of playing beads strategy to improve the ability ofrecognizing number 1-10.This research used a classroom action research in two cycles. Every cycleconsisted of 4 stept: there were planning, treatment, observation, reflection andanalysis. The subject of this research was the researcher. The objects of theresearch were the A group children of AN NUR kindergarten. The data werecollected from observation sheet of teaching and learning process. Based on theanalysis result, it can be concluded that playing beads strategy can improve theability to recognize numerical concept 1-10. It can be seen from the result of thefirst cycle is 45% and the result of the second cycle is 84%. It was found out that60% of the children got 3 stars ( * ) and 24% of the children got 4 stars ( * ).Keywords : the ability to recognize numerical concept 1-10, playing beadsstrategy.MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEP BILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGAN MENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANSTRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLAMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAKDIDIDIDITKTKTKTKANANANAN NURNURNURNUR KECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATANTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYOSURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAWahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianahABSTRAKRendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di TK ANNUR menjadi salah satu penyebab terhambatnya belajar berhitung di tahun ajaran2011/2012, ada sekitar 70% anak yang masih belum paham tentang bilangan danselebinya sekitar 30% anak yang sudah bisa mengenali bilangan dengan baik.Salah satu penyebabhnya yaitu kejenuhan anak dalam mengikuti pembelajarankurang menarik bagi anak dan banyak guru yang kurang menggunakan strategidalam pembelajaran. Karena itu peneliti menggunakan strategi bermain polamanik-manik untuk mengenal konsep bilangan 1-10 anak kelompok A di TK ANNUR. Tujuan menggunakan strategi bermain pola manik-manik adalah untukmengetahui bagaimana penerapan strategi bermain pola manik-manik dalammeningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10.Penelitian ini menggunakan PTK sebanyak dua kali putaran (siklus).Setiap putaran (siklus) terdiri dari 4 tahap yaitu 1. Tahap Perencanaan Tindakan, 2.Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan, 3. Tahap Observasi, 4. Tahap Refleksi danAnalisis. Subyek penelitian adalah peneliti sendiri sedangkan obyek penelitian iniadalah anak kelompok A TK AN NUR. Data diperoleh dari lembar observasikegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10 dengan menggunakan strategi bermain polamanik-manik dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10yang dapat di lihat dari siklus 1 dengan persentase 45%, dan diteruskan siklus 2dengan persentase 84% didapat dari 60% anak dengan bintang ( )3 dan 24%anak dengan bintang ( ) 4.Kata kunci: Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-10, Stategi Bermain PolaManik-manik.1BABBABBABBAB IIIIPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANA.A.A.A. LatarLatarLatarLatar BelakangBelakangBelakangBelakangAnak usia dini adalah sosokindividu yang sedang menjalanisuatu proses perkembangan denganpesat dan fundamental bagikehidupan selanjutnya. Anak usiadini berada pada rentang usia 0-8tahun yang merupakan usia efektifuntuk mengembangkan berbagaipotensi yang dimiliki anak-anak.Usia ini sering disebut usia emas(the golden age) yang hanya datangsekali dan tidak dapat diulang lagi,yang sangat menentukan untukpengembangan kualitas manusiaselanjutnya. Pada anak usia 4-6tahun merupakan masa peka yangpenting bagi anak untukmendapatkan pendidikan.Pengalaman yang diperoleh anakdari lingkungan, termasuk stimulasiyang diberikan oleh orang dewasa,akan mempengaruhi kehidupananak di masa yang akan datang.Oleh karena itu diperlukan upayayang mampu memfasilitasi anakdalam masa tumbuh kembangnyaberupa kegiatan pendidikan danpembelajaran sosial dengan usia,kebutuhan dan minat anak.Dalam Undang-undangNo.20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional pasal 1 angka14 menyatakan bahwa PendidikanAnak Usia Dini (PAUD) adalahsalah satu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahirsampai usia enam tahun yangdilakukan melalui pemberianrangsangan pendidikan untukmembantu pertumbuhan danperkembangan jasmani serta rohaniagar anak memiliki kesiapan dalammemasuki pendidikan yang lebihlanjut. Pendidikan anak usia dinimemiliki peranan sangat pentingdalam pengembangan sumber dayamanusia. Dalam hal ini pendidikananak usia dini paling tidakmengemban fungsimengoptimalkan seluruh potensi,bakat, minat, kecerdasan anak,penanaman nilai-nilai dasar, danpengembangan kemampuan dasar( Depdiknas, 2006:3 ). Salah satubentuk penyelenggaraanPendidikan Anak Usia Dini adalahpendidikan Taman Kanak-kanak.Taman Kanak-kanak merupakansalah satu bentuk satuan pendidikanbagi anak usia dini pada jalurpendidikan formal yangmenyelenggarakan programpendidikan bagi anak usia empattahun sampai enam tahun (Yuliani,2011:22).Menurut Padmonodewo(2003:59), menyatakan bahwaTaman Kanak-kanak adalah salahsatu bentuk pendidikan pra sekolahyang menyediakan programpendidikan dini bagi anak usia 4tahun sampai memasuki pendidikandasar. Sedangkan menurutDepdiknas (2007:1), Taman kanak-kanak (TK) merupakan lembagapendidikan formal sebelum anakmemasuki sekolah dasar.Pendidikan TK sebagaimanadinyatakan dalam Undang-undangRI Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional pasal28 ayat 3 merupakan pendidikananak usia dini pada jalurpendidikan formal yang bertujuanmembantu anak didikmengembangkan berbagai potensibaik psikis maupun fisik yangmeliputi moral dan nila i agama,sosial, emosional, kemandirian,kognitif, bahasa, fisik/ motorik, danseni untuk siap memasukipendidikan sekolah dasar.Anak seperti halnya orangdewasa, mereka memiliki potensiotak yang mampu merespon setiapstimulus yang ada di lingkungannya,akan tetapi untuk mengoptimalkanpotensi tersebut perlu upaya dalambentuk pemberian rangsangan agarsyaraf-syaraf dapat berkembangsecara maksimal melalui prosespendidikan yang terstruktur danterencana. Sesuaiperkembangannya anak mulaimemikirkan sesuatu dari aspek-aspek konkret menuju taraf abstrak.Berfikir kongkret anak bukan hanyamampu mendeskripsikan aspek-aspek benda, akan tetapi mampumelakukan seluruh tahapankegiatan berfikir dalam tarafsederhana sesuai dengan dunianya.Oleh karena itu peran guru dalammembina dan mengembangkankognitif anak sangat diperlukandengan menyiapkan dasar-dasarkognitif dengan mengenal konsepbilangan.Pada modul Depdiknas(2007:3) terangkum bahwapengembangan kognitif adalahsuatu proses berfikir berupakemampuan untuk menghubungkan,menilai, dan mempertimbangkansesuatu. Dapat juga diartikansebagai kemampuan untukmemecahkan masalah atau untukmencipta karya yang dihargaidalam suatu kebudayaan.Pengembangan kognitif bertujuanmengembangkan kemampuanberfikir anak untuk dapat mengolahperolehan belajarnya, dapatmenemukan bermacam-macamalternatif pemecahan masalah,membantu anak untukmengembangkan kemampuanlogika matematis dan pengetahuanakan ruang dan waktu, sertamempunyai kemampuan untukmemilah-milah, mengelompokkanserta mempersiapkan kemampuanberfikir secara teliti.Pernyataan di atas sesuaidengan pendapat Piaget yangdiadaptasi dari Depdiknas (2007:4), menyatakan bahwa anak usiaTK (4-6 tahun) berada dalam fasepra-operasional. Pada fase inikemampuan simbolik sudah mulaiberkembang, namun masih bersifatintuitif dan masih berpusat padadirinya sendiri. Sejak usia tigatahun, minat anak terhadap angkaumumnya matematika dapatdikatakan ada dimana-mana. Dalamhal ini angka telah menjadi bagiandalam kehidupan sehari-hari. Padasaat inilah matematika sebaiknyadiperkenalkan kepada anak TK.Penelitian lain olehVygotsky yang diadaptasi darimateri IV PLPG UNESA (2011:26),menyatakan bahwa manusia lahirdengan seperangkat fungsi kognitifdasar, yaitu kemampuan untukmengamati, memperhatikan, danmengingat. Fungsi dasar ini dapatdikembangkan melalui berbagaikegiatan. Pada usia TK berbagaikegiatan yang sangat membantuperkembnagan kognitif anak dapatdilakukan melalui permainanberhitung, karena dengan bermainberhitung di TK diharapkan tidakhanya berkaitan dengankemampuan kognitif saja, akantetapi juga kesiapan mental, sosialdan emosional, karena itu dalampelaksanaannya harus dilakukansecara menyenangkan, menantangdan bervariasi. Hal ini dikarenakandunia anak adalah dunia bermaindalam arti bermain sambil belajaratau belajar seraya bermain(Moeslichatoen, 2004:18).Bermain merupakan suatukegiatan yang melekat pada duniaanak. Bermain adalah kodrat anak.Solehudin (2001:20), menyatakanbahwa pada intinya bermain dapatdipandang sebagai suatu kegiatanyang bersifat volunter, spontan,terfokus pada proses,menyenangkan dan fleksibel.Bermain merupakan cara yangpaling baik untuk mengembangkankemampuan sesuai kompetensiyang ditetapkan dalam kurikulum.Melalui bermain anak dapatmemperoleh dan memprosesinformasi, belajar hal-hal baru,serta melatih keterampilan anak.Menurut Hariwijaya(2002:185), menyatakan bahwamelalui kegiatan bermain anakdapat berlatih kemampuankognitifnya untuk memecahkanberbagai masalah seperti kegiatanmengukur berat, mencari jawabanyang berbeda, dan mengenal angka-angka atau bilangan matematika.Matematika merupakan ilmu alatyang sangat mendasar. Oleh karenaitu sejak dini anak-anak diajarikonsep bilangan matematika yangpaling mendasar yang bisadipelajari oleh anak-anak yaitumengenal angka-angka atau konsepangka paling mendasar. Pengenalankonsep bilangan dapat dilakukandengan menggunakan berbagaimacam strategi atau teknik yangcocok sehingga dapatmemudahkan anak dalam mengenalkonsep bilangan.Anak TK adalah masa yangsangat strategis untuk mengenalkanberhitung dijalur matematika,karena usia TK sangat pekaterhadap rangsangan yang diterimadari lingkungan. Rasa ingintahunya yang tinggi akantersalurkan apabila mendapatstimulasi/ rangsangan/ motivasiyang sesuai dengan tugasperkembangannya. Apabilakegiatan berhitung diberikanmelalui berbagai macam permainantentunya akan lebih efektif karenabermain merupakan wahana belajardan bekerja bagi anak.Rendahnya kemampuananak dalam mengenal konsepbilangan di Taman Kanak-kanakAN NUR menjadi salah satupenyebab terhambatnya belajarberhitung di tahun ajaran2011/2012 semester II ada sekitar70 % anak yang masih belumpaham mengenali bilangan danselebihnya yaitu sekitar 30% anakyang sudah bisa mengenalibilangan dengan baik. Penyebabketidakpahaman anak untukmengenali bilangan adalahkemampuan anak untuk dapatmenghafal urutan 1 sampai 10berbeda-beda. Penyebab lainnyayaitu kejenuhan siswa dalammengikuti proses pembelajaranyang cenderung kurang menarikbagi anak, banyak guru di TamanKanak-Kanak yang kurangmenggunakan teknik permainandalam pembelajaran terutamapengenalan konsep bilangan,dengan alasan yang bermacam-macam diantaranya: membutuhkanbanyak biaya, perlu persiapan yanglama, menuntut kreativitas guru dansebagainya. Kebanyakan para guruTK menggunakan metodepembelajaran konvensional ataumetode pembelajaran ceramah, biladilihat anak-anak kurang tertarikdengan metode pembelajaran ini,karena anak cenderung pasif dantidak antusias dalam pembelajaran.Padahal permainan merupakansesuatu yang sangat disenangianak-anak usia TK, sehingga dapatdigunakan sebagai strategi untukmengenalkan bilangan.Untuk mengenalkan angka-angka lebih baik ditekankan untukmembantu anak-anak berfikirmandiri dan menemukanpemecahan mereka terhadapproblem yang ada. Dengan cara inidiharapkan anak akan belajar lebihbaik dan mengingat banyak materiyang mereka pelajari. Tetapi untukmengembangkan pengetahuan ataumembangun konsep dasarmatematika terutama konsep angkabukanlah hal yang mudah bagi anak.Kendala yang sering terjadi dalamproses pembelajaran adalah anakmampu menghafal urutan angka 1sampai sepuluh , akan tetapi padasaat anak diminta untukmengumpulkan benda yangberjumlah 1 sampai sepuluh masihsalah (Hariwijaya, 2002:186).Strategi yang digunakandalam pembelajaran matematika diTK AN NUR, dalam mengajarkankonsep-konsep matematika dasarcenderung menekankan padapraktek-praktek paper pencil tes.Strategi yang digunakan menjadikurang variatif karena guru hanyamemberikan tugas dalammengenalkan konsep dan lambangbilangan. Anak hanya diberikanlembar kerja yang berisi angka-angka ataupun menyebutkanbilangan 1-10 secara bersama-samakemudian anak ditugaskan untukmenulis angka tersebut. Hal inidapat mengakibatkan anak cepatbosan dan tidak tertarik dalampembelajaran matematika. Untukmengembangkan kognitif anakdiperlukan strategi yang dapatmenumbuhkan kemampuan berfikir,memecahkan masalah, danmenyimpulkan.Penggunaan strategi yangtepat akan membantumengembangkan kemampuankognitif anak dengan baik (Masitoh,dkk, 2005:5.13). Strategi yangdapat dilakukan adalah denganpermainan berhitung, karenapermainan berhitung merupakanbagian dari matematika, diperlukanuntuk menumbuh kembangkanketerampilan berhitung yang sangatdiperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama konsep bilangan yangmerupakan dasar bagipengembangan kemampuan anak.Permainan berhitungdiperoleh anak denganbereksplorasi menghitung segalabenda yang dapat dihitung.Kegiatan hitung-menghitung iniharus dilaksanakan secaramemukau, sehingga benar-benardipahami anak. Menurut Piagetyang diadaptasi dalam materi IVPLPG UNESA (2011:27)menyatakan bahwa pada awalnyaanak berada pada tahap konsep ataupengertian tentang sesuatu denganmenggunakan benda atau peristiwakonkrit. Anak-anak memerlukansesuatu yang bisa mereka liha tdengan indera mereka untukmengenal lebih dalam konsepbilangan yang benar. Maka penulisdalam hal ini menggunakan strategibermain dengan menggunakan polamanik-manik untuk meningkatkanmengenal konsep bilangan, karenadengan adanya pola manik-manikyang berwarna-warni akanmembuat anak tertarik dalammengenal konsep bilangan, selainitu anak tidak jenuh terhadap prosespembelajaran terutama dalammengenalkan konsep bilangan.Berdasarkan fakta diatas,maka penulis tertarik untukmengangkat permasalahan ini gunauntuk memperbaiki prosespembelajaran agar dapat belajardengan lebih baik dan efisien.Maka penulis melakukan penelitiantindakan kelas dengan judul Meningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10dengan menggunakan strategibermain pola manik-manik padaanak kelompok A Taman Kanak-kanak AN NUR KecamatanTenggilis Mejoyo Surabaya.B.B.B.B. RumusanRumusanRumusanRumusan MasalahMasalahMasalahMasalahSesuai dengan judulpenelitian yaitu MeningkatkanMengenal Konsep Bilangan 1-10dengan menggunakan StrategiBermain Pola Manik-manik padaanak kelompok A Taman Kanak-kanak AN NUR KecamatanTenggilis Mejoyo Surabaya. Makarumusan masalah penelitian sebagaiberikut:1. Bagaimana Penerapan Strategibermain pola manik-manikuntuk meningkatkan mengenalkonsep bilangan 1-10 pada anakkelompok A Taman kanak-kanak AN NUR KecamatanTenggilis Mejoyo Surabaya?2. Bagaimanakah strategi bermainpola manik-manik dapatmeningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10pada anak kelompok A TamanKanak-kanak AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya?C.C.C.C. TujuanTujuanTujuanTujuan PenelitianPenelitianPenelitianPenelitianDari rumusan masalahadiatas, maka tujuan penelitiansebagai berikut:1. Untuk mengetahui BagaimanaPenerapan menggunakanStrategi bermain pola manik-manik dalam meningkatkanmengenal konsep bilangan 1-10pada anak kelompok A Tamankanak-kanak AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya?2. Untuk mengetahui bagaimanapenggunaan strategi bermainpola manik-manik dapatmeningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10pada anak kelompok A TamanKanak-kanak AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya.D.D.D.D. ManfaatManfaatManfaatManfaat PenelitianPenelitianPenelitianPenelitian1. Manfaat PenelitianPenelitian ini diharapkandapat memberikan sumbanganpemikiran serta dapat dijadikanbahan kajian bagi para pembaca,khususnya mengenaikemampuan pada anak usia dinidalam mengenal konsepbilangan dengan strategibermain pola manik-manik.2. Manfaat PraktisAdapaun manfaat praktis daripenelitian ini adalah:a. Bagi Peneliti1. Dapat menambah danmemperluaspengetahuan tentangpenggunaan strategibermain pola manik-manik untukmeningkatkankemampuan mengenalkonsep bilangan 1-10pada anak usia dini.2. Dapat memecahkankesulitan belajar anak.b. Bagi Guru1. Dapat menambah ilmupengetahuan denganmengajarkan strategibermain pola manik-manik untukmeningkatkankemampuan mengenalkonsep bilangan 1-10pada anak usia dini.2. Merupakan salah satualternatif metode dalammeningkatkanmengenal konsepbilangan 1-10 padaanak usia dini.3. Merupakan salah satuupaya untuk perbaikandan peningkatankualitas prosespembelajaran dalammengenal konsepbilangan 1-10 padaanak usia dini.c. Bagi Lembaga Sekolah1. Meningkatkanpemahaman dalammengenal konsepbilangan 1-10 pada anakusia dini.2. Membantu memudahkantujuan belajar.E.E.E.E. Definisi,Definisi,Definisi,Definisi, Asumsi,Asumsi,Asumsi,Asumsi, KeterbatasanKeterbatasanKeterbatasanKeterbatasanUntuk lebih memahami danmenghindari kesalahpahamantentang judul skripsi ini, makapeneliti mencoba untukmemberikan batasan-batasan istilahyang dipakai pada judul penelitianini:1.1.1.1. DefinisiDefinisiDefinisiDefinisia. Kemampuan konsep BilanganKemampuan konsepbilangan yang dimaksuddisini adalah kemampuananak dalam mengenal konsepbilangan1-10 pada suatupembelajaran tertentu denganmenggunakan strategibermain pola manik-manik.b. Strategi bermain pola manik-manikStrategi adalah usahaatau pola yang digunakanoleh guru dalampembelajaran. Strategipembelajaran adalah polaumum perbuatan guru ataumurid dalam mewujudkankegiatan belajar mengajar.Strategi pembelajaran adalahsegala usaha guru untukmenerapkan berbagai metodepembelajaran dalammencapai tujuan yangdiharapkan (Masitoh, dkk,2005:15).Pola merupakankemampuan untukmemunculkan pengaturansehingga anak mampumemperkirakan urutanberikutnya setelah melihatbentuk dua sampai tiga polaberurutan denganmenggunakan manik-manik.2.2.2.2. AsumsiAsumsiAsumsiAsumsiMenurut Arikunto(2010:10), menyatakan bahwaanggapan dasar merupakansebuah titik tolak pemikiranyang kebenarannya diterimaoleh penyilidik. Asumsi dalampenelitian ini sebagai berikut:a. Setiap anak memiliki tingkatkreativitas, kemampuanpenyerapan dan kemandirianserta kecerdasan yangberbeda-beda.b. Setiap anak mempunyaiperbedaan dalam kemampuanmengingat yang mencakupkemampuan dalam menerimamateri atau pesan dalamkegiatan pembelajaran.c. Penyajian materi atau pesandalam proses pembelajaran diTaman Kanak-kanak berbedadengan tingkat pendidikanlainnya, dikarenakan duniaanak adalah dunia bermaindalam arti bermain sambilbelajar atau belajar serayabermain.d. Pembelajaran denganmenggunakan benda-bendakonkret akan lebihmemudahkan anak dalammengenal konsep bilangan.e. Kemampuan dalam mengenalkonsep bilangan adalahpenting di dalam kehidupansehari-hari.f. Dengan menggunakanstrategi bermain pola manik-manik akan meningkatkankemampuan anak dalammengenal konsep bilangan.3.3.3.3. KeterbatasanKeterbatasanKeterbatasanKeterbatasanPenelitian ini hanyadilakukan pada anak kelompokA di Taman Kanak-kanak ANNUR KecamatanTenggilisMejoyo Surabaya dan tidakdapat digeneralisasikan ataupundiberlakukan pada tempat danwaktu yang berbedaBABBABBABBAB IIIIIIIIKAJIANKAJIANKAJIANKAJIAN TEORITEORITEORITEORIA.A.A.A. PerkembanganPerkembanganPerkembanganPerkembangan KognitifKognitifKognitifKognitif1.1.1.1. PengertianPengertianPengertianPengertian PerkembanganPerkembanganPerkembanganPerkembanganKognitifKognitifKognitifKognitifPerkembangan Kognitifadalah suatu proses berfikirberupa kemampuan untukmenghubungkan, menilai danmemperbandingkan sesuatu.Dapat juga diartikan sebagaikemampuan untuk memecahkanmasalah atau mencipta karyayang dihargai dalam suatukebudayaan (DepartemenPendidikan Nasional, 2007:3).Menurut Piaget dalam Woolfolk(1995) yang diadaptasi dariMasitoh, dkk (2005:2.12)membagi tahapan perkembangankognitif ke dalam empat tahap,yaitu : sensori motor (0-2 tahun),praoperasional (2-7 tahun),operasional kongkret (7-14tahun), dan formal operasional(14 tahun sampai dengandewasa). Dilihat dari tahapanmenurut Piaget, anak usia TKberada pada tahapanpraoperasional, yaitu tahapandimana anak belum menguasaioperasi mental secara logis.Periode ini ditandaidengan berkembangnyakemampuan menggunakansesuatu untuk mewakili sesuatuyang lain dengan menggunakansimbol-simbol. Melaluikemampuan tersebut anakmampu berimajinasi atauberfantasi tentang berbagai hal.Menurut Yusuf (2001:167),mengemukakan perkembangankognitif anak masa prasekolahsebagai berikut:a. Mampu berfikir denganmenggunakan simbol.b. Berfikirnya masih dibatasiBerfikir masih kakuc.c.c.c. Anak sudah mulai mengertidasar-dasarmengelompokkansesuatu atas dasar satudimensi.2.2.2.2. PengertianPengertianPengertianPengertian KemampuanKemampuanKemampuanKemampuanMengenalMengenalMengenalMengenal BilanganBilanganBilanganBilanganMMMMenurut kamus bahasaIndonesia kemampuan berartipemahaman seseorang terhadapsuatu hal dan kecakapannyauntuk mengatasi permasalahanyang muncul disekitarnya(Marhijanto:1999:36).Kemampuan mengenal bilangan lebih baikdiajarkan sedini mungkin padasiswa, dari definisi di ataskemampuan mengenal bilanganberarti pemahaman seseorangterhadap konsep bilanganbeserta pengembangannya dankecakapannya untuk mengatasipermasalahan yang muncul.3.3.3.3. PengertianPengertianPengertianPengertian KonsepKonsepKonsepKonsep BilanganBilanganBilanganBilanganMenurut kamus bahasaIndonesia bilangan adalahbanyaknya benda dansebagainya yaitu sistemmatematika yang abstrak dandapat diurutkan(Marhijanto;1999:36). Konsepbilangana merupakan salah satuvariabel yang dapat diurutkan.Bilangan yang dipergunakanpada penelitian ini telah di batasipada bilangan 1-10 besertapengembangannya yaitupenjumlahan dan pengurangan.4.4.4.4. KonsepKonsepKonsepKonsep bilanganbilanganbilanganbilangan yangyangyangyang harusharusharusharusdikenalkandikenalkandikenalkandikenalkan kepadakepadakepadakepada anakanakanakanak TKTKTKTKPada anak usiaprasekolah, matematika hanyapengalaman dan bukanpenguasaan. Ada beberapakonsep yang harusdiperkenalkan pada anak dengandimulai:a. Korespondensi Satu satub. Polac. Klasifikasid. Membilange. Makna angka danpengenalannyaf. Bentukg. Ukuranh. Waktu dan RuangB.B.B.B. StrategiStrategiStrategiStrategi PembelajaranPembelajaranPembelajaranPembelajaran1.1.1.1.PengertiaPengertiaPengertiaPengertianstrateginstrateginstrateginstrategi pembelajaranpembelajaranpembelajaranpembelajaranStrategi berasal daribahasa Yunani Strategia yangberarti ilmu perang ataupanglima perang. Strategi adalahrencana yang cermat mengenaikegiatan untuk mencapai tujuantertentu (Iskandarwassid danSunendar, 2009:2). MenurutHamzah (2009:3), strategiadalah cara-cara yang akandigunakan oleh pengajar untukmemilih kegiatan belajar.Strategi Pembelajaran adalahpola umum perbuatan guru danmurid dalam perwujudankegiatan belajar mengajar.Strategi pembelajaran dapat jugadiartikan sebagai segala usahaguru dalam menerapkanberbagai metode pembelajaranuntuk mencapai tujuan yangdiharapkan. Dengan demikianstrategi pembelajaranmenekankan kepada bagaimanaaktivitas guru mengajar danaktivitas anak belajar (Masitoh,dkk. 2005:6.3).Sedangkan menurutHamzah (2009:1), terdapatberbagai pendapat tentangstrategi pembelajarandiantaranya:a) Kozna yang diadaptasi dariHamzah (2009:1),menerangkan bahwa strategipembelajaran dapat diartikansebagai setiap kegiatan yangdipilih, yaitu yang dapatmemberikan fasilitas ataubantuan kepada peserta didikmenuju tercapainya tujuanpembelajaran tertentu.b) Gerlach dan Ely yangdiadaptasi dari Hamzah(2009:1), menjelaskanbahwa strategi pembelajaranmerupakan cara-cara yangdipilih untuk menyampaikanmetode pembelajaran dalamlingkungan pembelajarantertentu yang meliputi sifatlingkup dan urutan kegiatanpembelajaran yang dapatmemberikan pengalamanbelajar peserta didikc) Dick dan Carey yangdiadaptasi dari Hamzah(2009:1), menjelaskanbahwa strategi pembelajaranterdiri atas seluruhkomponen materipembelajaran dan proseduratau tahapan kegiatan belajaryang digunakan oleh gurudalam rangka membantupeserta didik mencapaitujuan pembelajaran tertentu.d) Gropper yang diadaptasi dariHamzah (2009:1),mengatakan bahwa strategipembelajaran merupakanpemilihan atas berbagai jenislatihan tertentu yang sesuaidengan tujuan pembelajaranyang ingin dicapai. Iamenegaskan bahwa setiaptingkah laku yangdiharapkan dapat dicapaioleh peserta didik dalamkegiatan belajarnya harusdapat dipraktikkan.Memperhatikambeberapa pengertian strategipembelajaran di atas maka dapatdisimpulkan bahwa strategipembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dandigunakan oleh seorang pengajaruntuk menyampaikan materipembelajaran sehingga akanmemudahkan peserta didikmenerima dan memahami materipembelajaran, yang padaakhirnya tujuan pembelajarandapat dikuasainya di akhirkegiatan belajar.2.KomponenKomponenKomponenKomponen StrategiStrategiStrategiStrategiPembelajaranPembelajaranPembelajaranPembelajaranMenurut Dick dan Careyyang diadaptasi dalam Hamzah(2009:3) menyebutkan bahwaterdapat 5 komponen strategipembelajaran, yaitu:a. Kegiatan PembelajaranPendahuluan.b. Penyampaian Informasic. Partisipasi Peserta Didikd. Tese. Kegiatan Lanjutan3.3.3.3. VariabelVariabelVariabelVariabel StrategiStrategiStrategiStrategi PembelajaranPembelajaranPembelajaranPembelajaranVariabel dalam strategipembelajaran menurut Masitoh(2005:5.13) antara lain:a. Karakteristik Tujuanb. Materi/ Temac. Kegiatand. Anake. Media dan Sumber Belajarf. Guru4.4.4.4.KriteriaKriteriaKriteriaKriteria PemilihanPemilihanPemilihanPemilihan StrategiStrategiStrategiStrategiPembelajaranPembelajaranPembelajaranPembelajaranStrategi pembelajaransebagai segala usaha guru dalammenerapkan berbagai metodepembelajaran untuk mencapaitujuan yang diharapkan(Masitoh dkk., 2005:6.3). Adabermacam-macam strategipembelajaran yang dapat dipiliholeh guru Taman Kanak-kanak.Pemilihan strategi pembelajaranhendaknya mempertimbangkanbeberapa faktor penting, yaitu:a.a.a.a. Karakteristik TujuanPembelajaran,b.b.b.b. Karakteristik Anak dan CaraBelajarnya,c.c.c.c. Tempat berlangsungnyakegiatan belajar,d.d.d.d. Tema Pembelajaran, sertae.e.e.e. Pola kegiatanMenurut Hamzah(2009:7), pemilihan strategipembelajaran yang akandigunakan dalam prosespembelajaran harus berorientasipada tujuan pembelajaran yangakan dicapai. Selain itu, jugaharus disesuaikan dengan jenismateri, karakteristik pesertadidik, serta situasi atau kondisidi mana proses pembelajarantersebut akan berlangsung.Terdapat beberapa metode dantekhnik pembelajaran yangdapat digunakan oleh guru,tetapi tidak semuanya samefektifnya dapat mencapaitujuan pembelajaran. Untuk itudibutuhkan kreativitas gurudalam memilih strategipembelajaran tersebut.5.5.5.5.Jenis-jenisJenis-jenisJenis-jenisJenis-jenis StrategiStrategiStrategiStrategiPembelajaranPembelajaranPembelajaranPembelajaran didididi TamanTamanTamanTamanKanak-kanakKanak-kanakKanak-kanakKanak-kanakDalam setiap kegiatanyang dilakukan, guru harusmempertimbangkan secaracermat strategi pembelajaran apayang akan digunakan untukmemudahkan anak belajar.Strategi pembelajaran ini sangatberaneka ragam dalam bentukkegiatan, tingkat formalitas,tingkat kesulitan dan polakegiatannya (Masitoh,dkk.2005:7.3).Menurut Kostelnik yangdiadaptasi dari Masitoh, dkk(2005:7.15) mengemukakantujuh jenis strategi pembelajarankhusus yang dapat dijadikandasar untuk merencanakam danmelaksanakan kegiatanpembelajaran pada pendidikananak usia dini umumnya dananak Taman Kanak-kanakkhusunya. Strategi pembelajaranini relevan untuk digunakanpada anak-anak yang berusia 3-8tahun. Jenis-jenis pembelajarankhusus antara lain:a. Kegiatan Eksploratorib. Penemuan Terbimbingc. Pemecahan Masalahd. Diskusie. Belajar Kooperatiff. Demonstrasig. Pengajaran Langsung.C.C.C.C. StrategiStrategiStrategiStrategi BermainBermainBermainBermain PolaPolaPolaPola Manik-Manik-Manik-Manik-ManikManikManikManik1. Pengertian BermainMenurut Hurlock(1997) dalam buku cerdasmelalui bermain olehMusfiroh (2008: 1), bermainadalah kegiatan yangdilakukan atas dasar sesuatukesenangan tanpamempertimbangkan hasilakhir. Kegiatan tersebutdilakukan secara suka rela,tanpa paksaan atau tekanandari pihak luar. Bermainadalah dunia sekaligussarana belajar anak.Memberikan kesempatankepada anak untuk bermainberarti memberikankesempatan kepada merekauntuk belajar. Memberikankesempatan kepada anakuntuk belajar dengan cara-cara yang dapatdikategorikan sebagaibermain berarti telahberusaha membuatpengalaman belajar itudirasakan dan dipersepsikansecara alami oleh anak yangbersangkutan sehinggamenjadi bermakna baginya(Solehudin, 2001:6).Bermain adalahkegiatan yang merekalakukan sepanjang harikarena bagi anak bermainadalah hidup dan hidupadalah permainan. Anakusia dini tidak membedakanantara bermain, belajar danbekerja. Anak-anakumumnya sangat menikmatipermainan dan akan terusmelakukannya dimanapunmereka memilikikesempatan (Mayesty(1990:196-197) dalam bukuKonsep Dasar PendidikanAnak Usia Dini olehSujiono (2011:144).Selanjutnya menurut Piagetdalam Mayesty (1990:42)yang diadaptasi dalamSujiono (2011:144)mengatakan bahwa bermainmerupakan suatu kegiatanyang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkankesenangan atau kepuasanbagi diri sendiri. Sedangkanmenurut Parten dalamMayesty (1990:61-62)masih dalam buku KonsepDasar Pendidikan AnakUsia Dini oleh Sujiono(2011:144), memandangkegiatan bermain sebagaisarana sosialisasi,diharapkan melalui bermaindapat memberi kesempatananak bereksplorasi,menemukan,mengekspresikan perasaan,berkreasi dan belajar secaramenyenangkan. Selain itukegiatan bermain dapatmembantu anak mengenaltentang diri sendiri, dengansiapa anak hidup sertalingkungan tempat dimanaanak hidup.Dari pengertianbermain diatas, maka dapatdisimpulkan bahwa bermainadalah kegiatan yang serius,namun mengasyikkan.Melalui bermain, semuaaspek perkembangan anakdapat ditingkatkan. Denganbermain secara bebas, anakdapat berekspresi danbereksplorasi untukmemperkuat hal-hal yangsudah diketahui danmenemukan hal-hal baru.Melalui permainan anakjuga dapat mengembangkansemua potensinya secaraoptimal, baik potensi fisikmaupun mental, intelektual,dan spiritual. Bermainadalah medium, di manaanak menyatakan jatidirinya, bukan saja dalamfantasinya, tetapi juga benarnyata secara aktif.Permainan adalah alat bagianak untuk menjelajahidunianya, dari yang tidak iakenali sampai pada yang iaketahui, dan dari yang tidakdapat diperbuatnya hinggamampu melakukannya.Menurut Conny (2007:19)dalam Sujiono(2011:132) secara tegasdapat dikatakan bahwa,belajar sambil bermain bagianak usia dini merupakanprasyarat penting bila orangtua menginginkan anaknyasehat mental.2222.ManfaatManfaatManfaatManfaat BermainBermainBermainBermainBermain merupakansalah satu kebutuhan anak.Tidak seperti tanggapansebagian orang bahwabermain itu hanya buang-buang waktu, sebenarnyabanyak keuntungan yangdidapat seorang anakdengan bermain(http://www.duniapsikologi.com/perlukah-anak-bermain/).Manfaat bermain antara lain:a. Berkembangnyakemampuan kinestesikdan motorik anak.b. Berkembangnya otakkanan anak yangberpengaruh terhadapkecerdasan emosional,kreativitas, dan spasial.c. Berkembangnyakemampuan anak untukbersosialisasi.d. Berkembangnyapengetahuan anaktentang norma dan nilai-nilai.e. Berkembangnyakemampuan anak dalammemecahkan masalah.f. Berkembangnya rasapercaya diri anak.MenurutMoeslichatoen R (2004:18),bermain juga memilikimanfaat yang sangat besarantara lain:1) Bermain bermanfaatmengendalikan dirisendiri, memahamikehidupan, danmemahami dunianya.2) Bermain bermanfaatmengembangkankreativitas anak.3) Bermain dapat melatihkemampuan bahasa anak.4) Bermain dapatmeningkatkan kepekaanemosi anak.5) Bermain dapatmengembangkankemampuan anak untukbersosialisasi.6) Bermain bermanfaatmencerdaskan Otak.7) Bermain bermanfaatmengasah panca indera.3.Karakteristik3.Karakteristik3.Karakteristik3.Karakteristik BermainBermainBermainBermainpadapadapadapada AnakAnakAnakAnak UsiaUsiaUsiaUsia DiniDiniDiniDiniMenurut Jeffree, McConkey dan Hewson(1984:15-18) diadaptasidalam Sujiono (2011:146)berpendapat bahwa terdapatenam karakteristik kegiatanbermain pada anak yang perludipahami oleh stimulator,yaitu:a. Bermain muncul dalamdiri anakb. Bermain harus bebas dari aturanyang mengikat, kegiatan untukdinikmatic. Bermain adalah aktivitas nyataatau sesungguhnyad. Bermain harus difokuskan padaproses daripada hasile. Bermain harus didominasi olehpemainf. Bermain harus melibatkan peranaktif dari pemain4.Klasifikasi4.Klasifikasi4.Klasifikasi4.Klasifikasi KegiatanKegiatanKegiatanKegiatan BermainBermainBermainBermainAnakAnakAnakAnakMenurut Masitoh (2005:9.7),ada beberapa penggolongan kegiatanbermain sesuai dengan anak usia TKantara lain:a. Penggolongan kegiatan bermainsesuai dengan dimensiperkembangan sosial anak.b. Kegiatan Bermain berdasarkanpada kegemaran anak, yaitu:5.Jenis5.Jenis5.Jenis5.Jenis PermainanPermainanPermainanPermainan UntukUntukUntukUntukMengenalkanMengenalkanMengenalkanMengenalkan BilanganBilanganBilanganBilanganMenurut Prasetyono(2007:69), banyak jenis permainanyang bisa diajarkan pada anak yangdapat meningkatkan kecerdasan anakantara lain:a. Bermain dengan Angkab. Bermain Mengelompokkan Bendac. Menghafal Deretan Angkad. Mengajak Jalan-jalane. Menghitung Sambil Jalan-jalanf. Bermain dengan Meterang. Bermain dengan Timbanganh. Kegiatan Bermain MengenalLambang Bilangan dengan Daun,Biji-bijian, dan Kerangi. Kegiatan Bermain MengenalLambang Bilangan denganPlaydough.j. Bermain Bilangan denganMenyamakan kartu6.6.6.6. PolaPolaPolaPola Manik-manikManik-manikManik-manikManik-manika. Pola Manik-manikManik-manik merupakanbutir kecil-kecil yang terbuatdari merjan, karang, kayu,plastik ataupun bahan lain yangmendukung dengan diberiberlubang dan cocok untukperhiasan, kalung, dsb(http://www.artikata.com/arti-339749-manik.html) .Dalampengembangannya, banyakstrategi yang dapat diajarkankepada anak untukmeningkatkan kemampuannyadalam mengenalkan angka padaanak usia dini. Selainmengenalkan konsep bilangan,penting pula untuk mengenalkankonsep penjumlahan dan konseppengurangan. Pada anak usiaempat tahun, ketertarikan padaaktivitas menambah danmengurang mulai muncul(Bronson, 1999).b. Pengenalan KonsepPenjumlahanDengan menggunakanpola manik-manik, konseppenjumlahan bisa diajarkan jugakepada anak-anak. Konseppenjumlahan merupakanlangkah dasar untuk prosesberhitung lebih lanjut.Banyak juga berbagaimacam permainan yang bisadiajarkan kepada anak-anakuntuk mengenal konseppenjumlahan.c. Pengenalan KonsepPenguranganPengurangan adalahkonsep matematika utama yangseharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah penambahan.Biasanya pengurangan diajarkanhampir bersamaan denganpengajaran penambahan,tepatnya adalah penambahandiajarkan terlebih dahulu barukemudian pengurangankemudian keduanya akandiajarkan secara pararel. Paraorang tua mungkin inginmemahami bagaimana caranyamengajarkan ketrampilanmenghitung pengurangan inisecara benar kepada anak-anakmereka.Metode untukmengajarkan pengurangan padatahap awal yang paling sesuaiadalah dengan menghubungkanke konsep penambahan, yaitudengan pendekatan menghitungke atas/ counting up ( contoh 3+ ? = 8 ), bukan denganpendekatan menghitung kebawah/counting down (contoh 8- 3 = ? ). karena denganpendekatan menghitung ke atas,si anak dapat menggunakanpemahaman yang telah didapatselama mempelajari operasipenambahan untuk selanjutnyadigunakan mempelajaripengurangan.Dengan pendekatan inikonsep pengurangan dipandangoleh si anak sebagaiperkembangan wajar darikonsep penambahan yang telahdimengerti olehnya. Tahap-tahap mengenal penguranganbergantung pada kemampuan(bukan pada umur) anak tersebutsecara unik sehingga tidak dapat1 + 21 =dipaksakan dalam prosespengajaran. Untuk memudahkan,cara pengajaran operasipengurangan dibagi menjadi duatahap, yaitu tahap pengenalanpengurangan, tahappengurangan tradisional.D.D.D.D. HubunganHubunganHubunganHubungan StrategiStrategiStrategiStrategi BermainBermainBermainBermainPolaPolaPolaPola Manik-manikManik-manikManik-manikManik-manik DenganDenganDenganDenganPeningkatanPeningkatanPeningkatanPeningkatan PengenalanPengenalanPengenalanPengenalanKonsepKonsepKonsepKonsep Bilangan.Bilangan.Bilangan.Bilangan.Dengan diberikannyastrategi bermain pola manik-manik terhadap kegiatanpembelajaran pengenalankonsep bilangan pada anak, anakmerasa senang, merasakanpembelajaran tanpa paksaan.Menurut Vigostky yangdiadaptasi dari materi IV PLPGUNESA (2011:26) menyatakanbahwa dalam penelitian yangterkait dengan perkembangankognitif, manusia lahir denganseperangkat fungsi kognitifdasar yaitu kemampuan untukmengamati, memperhatikan danmengingat. Fungsi dasar inidapat dikembangkan melaluiberbagai kegiatan misalnyamelalui permainan matematikakarna bermain merupakanwahana belajar dan bekerja bagianak.Strategi bermain polamanik-manik yang digunakandalam pembelajaran inimenggunakan pola manik-manikdengan alasan pola manik-manikyang memiliki warna, bentukberbeda-beda dapat menarikminat anak dalam pembelajaran.Berdasarkan teori diatas jelasbahwa dengan menerapkanstrategi pola manik-manik dapatmeningkatkan pengenalanterhadap konsep bilangan.Berawal dari rasa menyenangipola manik-manik yangdilihatnya maka tumbuhlahkepahaman dan memahamikonsep bilangan. Oleh karena itupemilihan strategi pola manik-manik sangat tepat digunakanuntuk mengenalkan konsepbilangan pada anak.E.E.E.E. HipotesisHipotesisHipotesisHipotesis PenelitianPenelitianPenelitianPenelitianHipotesis dari penelitianini adalah Penerapan strategibermain pola manik-manik dapatmeningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangankelompok A Taman Kanak-kanak AN NUR KecamatanTenggilis Mejoyo Surabaya.BABBABBABBAB IIIIIIIIIIIIMETODEMETODEMETODEMETODE PENELITIANPENELITIANPENELITIANPENELITIANA.A.A.A. JenisJenisJenisJenis PenelitianPenelitianPenelitianPenelitianPada penelitian inimenggunakan penelitian tindakankelas atau sering disebut denganclassroom action research dalambahasa inggris yang selanjutnyadisingkat PTK yang sifatpenelitiannya yaitu penelitiansecara deskriptif kualitatif.Menurut Arikunto, dkk(2010:3) penelitian tindakan kelasmerupakan suatu pemcermatanterhadap kegiatan belajar berupasebuah tindakan, yang sengajadimunculkan dan terjadi dalamsebuah kelas secara bersama.Tindakan tersebut diberikan olehguru atau dengan arahan dari guruyang dilakukan oleh anak.Menurut Susilo (2007:16),Penelitian Tindakan Kelas (PTK)adalah Suatu bentuk penelitianyang dilaksanakan oleh guru dikelas atau di sekolah tempatmengajar, dengan penekanan padapenyempurnaan atau peningkatanpraktik dan proses dalampembelajaran.Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, maka PTK dapatdisimpulkan sebagai pencermatanterhadap kegiatan belajar yangberupa sebuah tindakan yangdiberikan oleh guru dan dilakukanoleh siswanya yang bertujuan untukmengembangkan cara-caramengatasi suatu permasalahan.Menurut Susilo (2007:17),Tujuan utama penelitian tindakankelas (PTK) adalah untuk perbaikandan peningkatan kualitas prosespembelajaran di kelas. Tujuan PTKadalah untuk memecahkanpermasalahan nyata yang terjadi didalam kelas, selain itu PTKbertujuan untuk memperbaikiberbagai persoalan nyata danpraktis dalam peningkatan mutupembelajaran di kelas yang dialamilangsung dalam interaksi antaraguru dengan siswa yang sedangbelajar ( Arikunto, dkk, 2010:60).Berdasarkan pada beberapapengertian diatas dapat disimpulkanbahwa penelitian tindakan kelas inidigunakan untuk mengidentifikasimasalah, menganalisis danmerumuskan masalah,merencanakan PTK, sertamelakukan PTK. PTK ini diawalidengan adanya masalah yangberasal dari peserta didik dandirasakan atau didasari oleh guruyang harus segera ditindaklanjuti.Menurut Sukmadinata(2005:60), penelitian kualitatifadalah suatu penelitian yangditujukan untuk mendeskripsikandan menganalisis fenomena,peristiwa, aktivitas sosial, sikap,kepercayaan, persepsi, pemikiranorang secara individual maupunkelompok. Penelitian kualitatifbersifat induktif, penelitimembiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari data ataudibiarkan terbuka untukinterprestasi. Data dihimpundengan pengamatan yang seksama,mencakup deskripsi dalam konteksyang mendetil disertai catatan-catatan.Tujuan dalam penelitiankualitatif ada dua yaitu: pertama,menggambarkan dan mengungkap(to describe and explore) dan kedua,menggambarkan dan menjelaskan(to describe and explain).Kebanyakan penelitian kualitatifbersifat deskriptif dan eksplanatori.Beberapa penelitian memberikandeskripsi tentang situasi yangkompleks, dan arah bagi penelitianselanjutnya. Penelitian lainmemberikan eksplanasi (kejelasan)tentang hubungan antara peristiwadengan makna terutama menurutpersepsi partisipasi (Sukamadinata,2005:60).Alasan penelitimenggunakan penelitian tindakankelas adalah karena sebagai seorangguru, penulis perlu melakukanpenelitian tindakan di tempatmengajar atau kelas untukmeningkatkan pengenalan terhadapkonsep bilangan yang dapardilakukan dengan strategi bermainpola manik-manik.Sedangkan alasan penelitimenggunakan metode kualitatifdeskriptif adalah karenapermasalahan yang diambilmengenai anak-anak yang bersifatholistik, kompleks, dinamis, danpenuh makna sehingga tidakmungkin data pada situasi inidijaring dengan metode penelitiankuantitatif.B.B.B.B. ProsedurProsedurProsedurProsedur PenelitianPenelitianPenelitianPenelitianPenelitian ini menggunakanrancangan penelitian tindakan kelasdengan menggunakan 2 (dua) siklusyaitu siklus I dan siklus II. Tiapsiklus terdiri dari 4 tahap yang lazimdilalui, yaitu (1) Perencanaan, (2)Pelaksanaan Tindakan Kelas, (3)Observasi, (4) Refleksi (Arikunto,2010:16).Rancangan penelitiantindakan kelas dapat digambarkandalam bentuk diagram berikut :Gambar 3.1. Bagan ModelPenelitian TindakanSumber: Arikunto, 2010.Dari diagram siklus pelaksanaan PTKdiatas dapat dijelaskan:1.1.1.1. PerencanaanPerencanaanPerencanaanPerencanaan yaitu penelitianmenyusun rencana perumusanmasalah, tujuan dan membuatrencana pelaksanaan tindakan kelastermasuk didalamnya instrumen danperangkat pembelajaran. Secarakeseluruhan penelitian ini dilakukandalam dua siklus. Masing masingsiklus dua kali pertemuan danditempuh selama satu jam dalamrangkaian rencana kegiatan harian(RKH) selama satu hari.Pada tahap perencanaantindakan kelas ini akan dilakukandengan berbagai kegiatan yangberkaitan dengan rencanapelaksanaan penelitian yang akanditeliti. Perencanaan tersebutmeliputi:a. Penyusunan rencana perbaikanpembelajaran (RPP).b. Persiapan materi kegiatandengan menyiapkan berbagaipola manik-manik.c. Persiapan lembar pengamatananak.d. Persiapan kegiatan dengan polamanik-manik.2.2.2.2. PelaksanaanPelaksanaanPelaksanaanPelaksanaan :::: Upaya peneliti untukmeningkatkan pemahaman tentangkonsep bilangan dan mengamatidampak diterapkannya strategibermain pola manik-manik.Pelaksanaan kegiatan pada siklus 1adalah sebagai berikut:a. Guru mempersiapkan ruang danperlengkapan pola manik-manik.b. Guru menyajikan berbagai polamanik-manik.PerencanaanPelaksanaanRefleksiSIKLUS IUji coba apakahdalam kedua siklussudah berhasil atauPengamatanPerencanaanRefleksiSIKLUS IIPelaksanaanPengamatanc. Guru mengadakan apresiasidengan memberikan pertanyaanyang berkaitan dengan materi: Siapa yang bisa menyebutkanurutan bilangan 1-10 ? Siapa yang bisa menunjukkankonsep bilangan 1-10 ? Siapa yang bisa mengurutanbilangan 1-10 yang sudahdiacak? Siapa yang bisa menyanyikanbilangan 1-10d. Guru memberikan penjelasanyang berkaitan dengan materi.e. Anak memperhatikan.f. Guru memberikan berbagai polamanik-manik dengankelompoknya (Berkelompok).g. Guru mengamati sambilmemberikan penilaian.h. Anak dengan bimbingan gurumembahas materi pembelajarandalam bentuk Tanya jawab.i. Anak menyebutkan konsepbilangan secara individu.j. Guru mengadakan tindak lanjutberupa:1. Guru memberikan pesanmoral kepada anak agarlebih giat berlatih mengingatbilangan untuk mencapaikemampuan dalam mengenlkonsep bilangan.2. Guru memberikan:Remidi : Bagi anakyang belumberhasildisuruhmelaksanakan kembalimenyebutkan konsepbilangan 1-10 yangtelahdiberikan.Pengayaan: Bagi anakyang telahberhasildisuruhmenyebutkan bilanganselanjutnya.3.3.3.3. PengamatanPengamatanPengamatanPengamatan :::: Yang dilakukandalam penelitian ini melalui prosesbelajar mengajar. Selama kegiatanberlangsung dilakukan pengamatandengan mengamati dan memberipenilaian berdasarkan instrumenyang ada di lembar pengamatanaktifitas anak yang didalamnyaterdapat beberapa aspek yangdiamati, antara lain:a. Anak melaksanakan kegiatanTanya jawab bilangan .b. Anak memberikan respon danreaksi ketika guru melakukankegiatan Tanya jawab.c. Anak memahami tujuandiberikannya pola manik-manik.4.4.4.4. Refleksi:Refleksi:Refleksi:Refleksi: Tahapan refleksi inidilakukan dengan melihatkeseluruhan dari penelitian tindakankelas yang dilakukan pada siklus Iyang meliputi perencanaan,pelaksanaan dan pengamatan yangsudah dilakukan sehingga dapatdiketahui keberhasilan dankegagalan dalam siklus.Keempat tahap dalampenelitian tindakan tersebut adalahunsur untuk membentuk sebuahsiklus, yaitu satu putaran kegiatanberurutan, yang kembali ke langkahsemula. Jadi, satu siklus adalah daritahap penyusunan rancangan sampairefleksi, yang tidak lain adalahevaluasi.Apabila dalam suatupenelitian telah diketahui letakkeberhasilan dan hambatan daritindakan yang baru selesaidilaksanakan dalam satu siklus, gurusebagai pelaksana (bersama penelitipengamat) menentukan rancanganuntuk siklus kedua. Jika dalamsiklus kedua peneliti belum puas,maka bisa dilanjutkan ke siklusketiga, yang cara dan tahapannyasama dengan siklus sebelumnya.C.C.C.C. Subyek,Subyek,Subyek,Subyek, LokasiLokasiLokasiLokasi dandandandan WaktuWaktuWaktuWaktuPenelitianPenelitianPenelitianPenelitianSubyek dari penelitianini adalah:1. Guru yang memberi materipelajaran yang berjumlah satuorang (yaitu peneliti sendiri),dan2. Anak kelompok A TamanKanak -kanak AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya yang berjumlah 25anak.Sedangkan lokasi dalampenelitian ini berada di TamanKanak-kanak AN NUR denganalamat Jl. Tenggilis Mulya No. 55Kecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya dengan Telp. (031)8497717. Adapun yang menjadipertimbangan peneliti dalampemilihan lokasi dan populasipenelitian tersebut adalah:1. Para peserta didik dan tenagapengajar yang ada di lokasitersebut merupakan individuyang hebat dalam suatu kegiatan.2. Dengan mengadakan penelitianpada satu tempat, maka penelititidak kesulitan mendapatkandata yang diperlukan yangkemudian dapat dikembangkanmenjadi pertanyaan-pertanyaanobservasi.3. Lokasi tersebut merupakantempat peneliti mengajar.Penelian ini akandilaksanakan mulai tahapperencanaan yaitu bulan Mei danberakhir pada bulan Juni 2012. Dimana dalam penelitian ini tatapmuka dengan anak kelompok A TKAN NUR berlangsung selama satukali dalam seminggu yaitu padahari selasa agar anak tidak merasabosan dengan strategi bermain polamanik-manik dalam pengenalankonsep bilangan.D.D.D.D. TekhnikTekhnikTekhnikTekhnik PengumpulanPengumpulanPengumpulanPengumpulan DataDataDataDataUntuk memperoleh datadalam penelitian ini, penelitimenggunakan beberapa teknikuntuk membantu dalammemperoleh data penelitian.Adapun teknik pengumpulan datatersebut antara lain :1. ObservasiMenurut Husaini danPurnomo S. A (2004:54),menyatakan bahwa observasimerupakan suatu proses yangkompleks, suatu proses yangtersusun dari berbagai prosesbiologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalahproses-proses pengamatan daningatan.Teknik pengumpulandata dengan observasi digunakanbila penelitian berkenaan denganperilaku manusia, proses kerja,gejala-gejala alam dan bilaresponden yang diamati tidakterlalu besar.Menurut Sukmadinata(2009 : 152) bahwa adabeberapa variasi bentukobservasi yang dilakukanpeneliti, yaitu :a. Observasi partisipatif,peneliti melakukan observasisambil ikut serta dalamkegiatan yang sedangberjalan.b. Observasi khusus, observasidilakukan ketika penelitimelakukan tugas khususkhusus seumpamanyamemberikan bimbingan.c. Observasi pasif, penelitihanya bertindak sebagaisebagai pengumpul data,mencatat kegiatan yangsedang berjalan.Jenis observasi yangdilaksanakan peneliti adalahobservasi partisipatif, sebabpeneliti ikut serta dalam kegiatanbermain dengan pola manik-manik. Pelaksanaan observasiatau pengamatan ini dilakukansecara sistematis. Yangmelakukan pengamatan adalahteman sejawat menggunakaninstrumen pengamatan.Metode observasi inidigunakan untuk mengumpulkandata tentang kegiatanpembelajaran di TK AN NURkhususnya pada anak yang akanditingkatkan perkembangankognitifnya dalam mengenalkonsep bilangan melalui strategibermain dengan pola manik-manik.Pertemuan dengan anakterkait dengan penelitian yangberjudul MeningkatkanKemampuan Mengenal KonsepBilangan 1-10 DenganMenggunakan Strategi PolaManik-manik Pada AnakKelompok A di TK AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya ini dilakukan duakali dalam seminggu setelahpeneliti menyampaikan strategibermain dengan pola manik-manik kepada anak.Selanjutnya penelitibeserta teman sejawatmengobservasi apakah denganmenggunakan strategi bermainpola manik-manik ini dapatmeningkatkan kemampuan anakdalam mengenal konsepbilangan 1-10.2. Studi DokumenterMenurut Sukmadinata(2009 : 221) studi dokumentermerupakan suatu teknikpengumpulan data denganmenghimpun dan menganalisisdokumen-dokumen, baikdokumen tertulis, gambarmaupun elektronik. Adapunstudi dokumenter yang dipakaidalam penelitian ini yaitudengan caramendokumentasikan kegiatananak yang berkaitan denganmeningkatkan kemampuan anakdalam mengenal konsepbilangan 1-10. Dan juga RKHpeneliti yang berkaitan denganpenggunaan strategi bermainpola manik-manik di TK ANNUR Kecamatan TenggilisMejoyo Surabaya.E.E.E.E. InstrumenInstrumenInstrumenInstrumen PenelitianPenelitianPenelitianPenelitian1. Silabus pengajaran TK AN NURSilabus merupakanseperangkat rencana danpengaturan tentang kegiatanpembelajaran dan pengelolaankelas yang digunakan sebagailandasan dalam menyusun RKH.Silabus yang digunakan untukTaman Kanak-kanak AN NURberdasarkan Permen No. 58.2. RKH (Rencana Kegiatan Harian)RKH merupakanperangkat pembelajaran yangdigunakan guru sebagaipedoman dalam mengajar dandibuat setiap hari. Dalam RKHmemuat tema, sub tema, tujuanpelaksanaan pembelajaran,indikator, alokasi waktu, haridan tanggal, metode, alat peraga,dan penilaian3. Indikator yang diamatiAdapun indikator yangdiambil dalam penelitian iniyaitu indikator yang digunakandalam silabus pengajaran diTaman Kanak-kanak AN NURdengan bidang pengembangankognitif. Berikut adalahindikator yang dimaksud olehpeneliti.Tabel 3.1 Indikatorperkembangan Kognitif TamanKanak-kanakNo.Indikator Perkembangan Kognitifdi TK ANNUR1.2.3.Kog 2.28. Menyebut UrutanBilangan 1-10.Kog 3.20. Membilang denganmenunjukkan benda-benda 1-10.Kog 4.33. Menghubungkanlambang bilangan dengan benda-benda 1-104. Pedoman Observasi Aktivitas AnakTabel 3.2 Pedoman ObservasiAktivitas Anak Taman Kanak-kanakAN NUR.NNNNo.o.o.o.AspekAspekAspekAspek yangyangyangyangdiamatidiamatidiamatidiamatiKualifikasiKualifikasiKualifikasiKualifikasiPenilaianPenilaianPenilaianPenilaianJJJJmlmlmlmlSSSSBBBBBBBBCCCC KKKK1.Anak mampumenjawabpertanyaan yangdiajukan gurutentang konsepbilangan 1-10dengan benar.2.Anak mampumelaksanakanstrategi bermaindengan polamanik-manik.3.Anak mampumenyebutkanbilangan 1-10dengan benar.4.Anak mampumengurutkanlambangbilangan 1-10dengan benar.5.Anak mampumenunjukkanlambangbilangan denganmanik-manik.6.Anak mampumenjawabpertanyaantentang lambangbilangan denganmenggunakanpola manik-manik bersamatemannya.7.Anak mampumenghubungkanlambangbilangan denganpola manik-manik.8.Anak dapatmelakukanstrategi bermainpola manik-manik untukmengenalkonsep bilangan1-10.Keterangan:SB : Anak mampu melakukan aktivitassesuai aspek yang diamati.B : Anak mampu dengan mandirimelakukan aktivitas sesuaiaspek yang diamati.C : Anak dengan sedikit bantuanguru melakukan aktivitassesuai aspek yang diamati.K : Anak belum mampumelakukan aktivitas sesuaiaspek yang diamati5.Pedoman Observasi Aktivitas GuruTabel 3.3 Pedoman Observasi AktivitasGuruNNNNo.o.o.o.AspekAspekAspekAspek yangyangyangyangDiamatiDiamatiDiamatiDiamatiSkorSkorSkorSkorKetKetKetKet....1111 2222 3333 44441.2.3.4.5.6.Guru menyiapkanRencanapembelajaran(RKH).Guru menerapkanstrategi bermainpola manik-manikdalam prosespembelajaran.Guru memberikanpertanyaan sesuaidengan materikonsep bilangan 1-10.Guru memotivasianak dengan baiktentang konsepbilangan melaluistrategi bermainpola manik-manik.Guru mampumengelola kelasdengan baik.Guru membimbinganak dalammengenal konsepbilangan 1-10melalui strategibermain polamanik-manik.JumlahJumlahJumlahJumlahKeterangan:1: Guru belum mampu melakukanaktivitas sesuai aspek yang diamati.2: Guru mampu dengan bantuan temansejawat melakukan aktivitas sesuaiaspek yang diamati.3: Guru dengan mandiri melakukanaktivitas sesuai aspek yang diamati.4: Guru sangat mampu melakukanaktivitas sesuai aspek yang diamati.6.6.6.6. PedomanPedomanPedomanPedoman ObservasiObservasiObservasiObservasi PencapaianPencapaianPencapaianPencapaianHasilHasilHasilHasil BelajarBelajarBelajarBelajar AnAnAnAnakakakakTabel 3.4. Pedoman DistribusiPencapaian Hasil Belajar KemampuanMengenal Konsep Bilangan 1-10 padaanak kelompok A DenganMenggunakan Strategi Bermain PolaManik-manik.Keterangan:1 : Anak belum mampumelakukan indikator.2 : Anak mampu denganbantuan melakukan indikator.3 : Anak mampu denganmandiri melakukan indikator.4 : Anak sangat mampumelakukan indikator.Dalam hal ini, dapatdiketahui bahwa tujuanpemanfaatan dari instrumentpenelitian ini, yaitu untukmengetahui perubahan kemampuanpengenalan konsep bilangan 1-10pada anak, melalui prosespembelajaran melalui penggunaanstrategi bermain pola manik-manik.F.F.F.F. AnalisisAnalisisAnalisisAnalisis DataDataDataDataAnalisis data dalampenelitian ini merupakan bagiandalam proses penelitian yangpenting karena dengan analisis iniakan tampak manfaatnya terutamadalam memecahkan masalahpencapaian tujuan akhir penelitiandan pembelajaran. Dalam penelitianini analisis data dilakukan denganmenggunakan deskriptif kualitatifdengan langkah analisis:1. Menggolongkan databerdasarkan aspek yang diamati.2. Setelah digolongkandihubungkan data satu dengandata yang lainnya.3. Memaknai dan menyimpulkandata.Alat yang digunakanuntuk observasi kemampuan gurudan anak berupa nilai skor, adapunketerangannya adalah sebagaiberikut:Skor 1 : Sangat BaikSkor 2 : BaikSkor 3 : CukupSkor 4 : Kurang(Arikunto,2002 : 266)Selanjutnya datadianalisis lagi denganmenggunakan rumus sebagaiberikut:AAAAPPPP ==== xxxx 100%100%100%100%NNNNKeterangan :P = Angka PersentaseA = Kemampuan yang dicapaiN = Jumlah kemampuan maksimal(Arikunto, 2002 : 266)Analisis dilakukan pada saatrefleksi, untuk melakukanperencanaan lebih lanjut dalamsiklus selanjutnya. Hasil analisisjuga dijadikan sebagai bahanrefleksi dalam memperbaikirancangan pembelajaran yangdijadikan bahan pertimbangandalam penentuan strategipembelajaran yang tepat untukmeningkatkan pengenalan konsepbilangan pada anak.G.G.G.G. KriteriaKriteriaKriteriaKriteria keberhasilankeberhasilankeberhasilankeberhasilanAdapun tingkat keberhasilandalam siklus I antara lain:1. Menghubungkan materi yanglalu dengan sekarang.2. Kemampuan anak dalammengenal konsep bilangan.3. Kemampuan anak dalammengurutkan/ menyebutkanurutan bilangan.4. Kemampuan anak dalammenghubungkan lambangbilangan dengan benda yangmelambangkannya.Data yang diperolehdianalisis menggunakan patokanstandar keberhasilan dan dikatakanberhasil apabila telah mencapai(bintang) sebanyak 3 dari anakyang hadir itu berarti anak dapatmelakukan indikator denganmenggunakan Strategi bermaindengan menggunakan pola manik-manik. Dari data-data yangdiperoleh melalui observasidikumpulkan dan dianalisisberdasarkan hasil observasi dandapat direfleksi, sehingga dapatdiketahui efektifitas kegiatanpembelajaran yang sudah dilakukan.Setelah mengkaji keberhasilan ataukegagalan dalam pencapaian tujuansementara di siklus I untukkemudian dijadikan pedoman dantindak lanjut dalam pencapaiantujuan melalui perencanaan siklusII.BABBABBABBAB IVIVIVIVHASILHASILHASILHASIL PENELITIANPENELITIANPENELITIANPENELITIAN DANDANDANDANPEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASANA.A.A.A. HasilHasilHasilHasil PenelitianPenelitianPenelitianPenelitianData penelitian yang diperolehberupa data observasi hasil pengamatandalam proses pembelajaran untukmasing-masing siklus. Data lembarobservasi diambil dari observasiterhadap aktivitas anak dan aktivitasguru dalam proses pembelajaran yangdigunakan untuk mengetahui prosespenerapan strategi bermain pola manik-manik.Berdasarkan hasil pengamatanyang dilakukan oleh peneliti, adabeberapa kendala diantaranya: dalamhal mengurutkan atau membilangkonsep bilangan 1-10, dalam halmembilang dengan menunjukkanbenda-benda 1-10 dan dalam halmenghubungkan lambang bilangandengan benda-benda 1-10. Namun,hanya beberapa anak saja yang dapatmelakukan indikator. Hal inidisebabkan karna cara atau strategi gurudalam menyajikan pembelajaran kurangmenarik bagi anak. Untuk itu, penelitiberusaha mengatasi kesulitan tersebutdengan menggunakan strategi bermainpola manik-manik. Dalam penelitiantindakan kelas ini menggunakantindakan yang terdiri dari dua siklus.1.1.1.1. PelaksanaanPelaksanaanPelaksanaanPelaksanaan TindakanTindakanTindakanTindakan SiklusSiklusSiklusSiklus 1111Penelitian Tindakan Kelasini dilakukan untuk anak KelompokA Taman Kanak-kanak AN NURKecamatan Tenggilis MejoyoSurabaya tahun pelajaran 2011/2012. Jumlah pertemuan tiap siklusdilakukan sebanyak dua kalipertemuan, yaitu antara pukul 07.00- 09.00. Pada pembelajaran inipengembangan perangkatpembelajaran yang digunakanuntuk menunjang keberhasilankegiatan belajar mengajar adalahRencana Kegiatan Harian (RKH)yang disusun secara sistematis olehpeneliti yang berisi tentangperincian materi pelajaran yangtelah ditentukan dalam setiappertemuan sesuai dengan skenariopembelajaran dalam RKH yangterdiri dari pembukaan, kegiataninti, istirahat, dan penutup.a.a.a.a. PerencanaanPerencanaanPerencanaanPerencanaanPada siklus pertamakegiatan perencanaan berisikesiapan guru dalam kesiapanpembelajaran peningkatankemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 kelompok A TKAN NUR. Kegiatan ini berupapembuatan RKH, penyiapanstrategi yang akan digunakandalam bermain, yaitu polamanik-manik.Adapun langkah-langkahnya adalah sebagaiberikut :1) Guru merencanakanpelaksanaan pembelajaran.2) Guru merencanakanpembelajaran yangmenggunakan strategibermain dengan pola manik-manik.3) Guru menyediakan polamanik-manik.4) Guru membuat instrumenobservasi untuk anak danguru.5) Guru membuat lembarpenilaian.6) Guru membuat evaluasipembelajaranb.b.b.b. TindakanTindakanTindakanTindakanPada siklus 1 inidilaksanakan selama dua hariyaitu pada tanggal 15 Mei 2012dan tanggal 22 Mei 2012, yangberlangsung mulai pukul 07.00 -09.00. Jumlah anak adalah 25anak, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 9 perempuan.Pada pertemuanpertama, guru menyiapkanstrategi yaitu bermain polamanik-manik. Guru jugamengadakan tanya jawab denganmemberikan pertanyaan yangberkaitan dengan materimengenal konsep bilangan 1-10,salah satunya anak-anak disuruhmembilang atau mengurutkanbilangan 1-10.Pada pertemuan kedua,guru menggunakan strategibermain dengan pola manik-manik. Di mana pola manik-manik ini terbuat dari kayu,bentuknya bervariasi, dan tidakkasar/ tidak berbahaya bagi anak.Masing-masing anak mendapat 5pola manik-manik. Peneliti jugamenyampaikan pesan moralkepada anak agar giat berlatihdalam bilangan agar dapatmengenal konsep bilangan 1-10,dan agar para anak dapatmembilang 1-10 dengan benda-benda yang ada di sekitarlingkungannya.Adapun secaraterperinci tindakan yangdilakukan peneliti adalahsebagai berikut :1. Guru mengimplementasikanRPP dengan menggunakanstrategi bermain polamanik-manik.2. Anak bermain dengan polamanik-manik.3. Guru bertanya jawabdengan anak tentangbilangan dan lambangbilangan 1-10 untukmengetahui pemahamananak tentang konsepbilangan 1-10.Sedangkan langkah-langkah tindakan pada siklus 1ini meliputi :a) Pra pendahuluanMerupakan kegiatanuntuk mempersiapkan danmengkondisikan anak dalammengikuti pembelajaran yangmeliputi :(1) Berbaris, berdoa, dan salam.(2) Persiapan strategi bermaindengan pola manik-manik.b) Kegiatan awal(1) Guru bertanya jawabtentang hal-hal yangberhubungan dengan materiyaitu konsep bilangan 1-10.(2) Guru mengajak anak menirumembilang 1-10 (misal : 1= satu, 2 = dua, 3 = tiga, danlain-lain).c) Kegiatan inti(1) Sebelum bermain denganpola manik-manik, gurubertanya jawab pada anaktentang konsep bilangan 1-10 dengan membilang ataumengurutkan bilangan 1-10.(2) Guru menggunakan strategibermain dengan pola manik-manik agar anak tertarikmemainkannya.(3) Guru bertanya pada anaktentang konsep bilangan 1-10 dengan menggunakanstrategi bermain polamanik-manik.(4) Guru bertanya pada anaktentang lambang bilangandengan menunjukkanbanyaknya pola manik-manik.(5) Guru memberi pujiankepada anak yang mampumenjawab pertanyaan gurudengan membilangbanyaknya pola manik-manik dengan benar.d) Kegiatan akhir(1) Guru melakukanpengulangan materi denganmembilang ataumenyebutkan kembalibilangan 1-10 yang telahdiajarkan.(2) Guru melakukan pendekatanpada anak yang masihkurang mampu dalampengenalan konsep bilangan1-10 dengan selalu berlatihmengingat konsep bilangan.c.c.c.c. ObservasiObservasiObservasiObservasi1. Observasi siklus 1pertemuan pertamaa. Observasi aktivitas guruObservasi inibertujuan untukmemberikan gambarantentang aktivitas guruselama prosespembelajaran. Penilaianlembar observasi gurudilakukan oleh temansejawat. Berdasarkanhasil observasi kegiatanguru pada siklus 1pertemuan pertama dimana gurumenyampaikan materidengan menggunakanstrategi bermain polamanik-manik diperolehgambaran sebagaiberikut :Tabel 4.1 : Observasi aktivitasguru siklus 1 pertemuan pertama.NNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyangDiamatiDiamatiDiamatiDiamatiSkorSkorSkorSkor1111 2222 3333 44441.2.3.4.5.6.Guru menyiapkanRencanaPembelajaran(RKH)Guru menerapkanstrategi bermainpola manik-manikdalam prosespembelajaran.Guru memberikanpertanyaan sesuaidengan materikonsep bilangan 1-10.Guru memotivasianak dengan baiktentang konsepbilangan melaluistrategi bermainpola manik-manik.Guru mampumengelola kelasdengan baik.Guru membimbinganak dalammengenal konsepbilangan 1-10melalui strategibermain polamanik-manik.JumlahJumlahJumlahJumlah 0000 4444 9999 4444Tabel di atasmenunjukkan bahwa dari 6kriteria penilaian aktivitas gurupada siklus 1 pertemuan pertama,teman sejawat memberikanpenilaian sebagai berikut :A = 17N = 25P 17 X 100% = 68 %b. Observasi Aktivitas AnakBerdasarkan hasilobservasi aktivitas anak selamaproses pembelajaran pada siklus1 pertemuan pertama, diperolehgambaran sebagai berikut :Tabel 4.2 : Observasi aktivitasanak pada siklus 1 pertemuanpertamaNNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyangdiamatidiamatidiamatidiamatiKualifikasKualifikasKualifikasKualifikasiiiiPenilaianPenilaianPenilaianPenilaianJJJJmmmmllllSSSSBBBBBBBBCCCC KKKK1.Anak mampumenjawabpertanyaantentang konsepbilangan 1-10dengan benar.3 5 8 9 252.Anak mampumelaksanakanstrategi bermaindengan polamanik-manik.2 7 7 9 253.Anak mampumenyebutkanbilangan 1-10dengan benar.4 4 9 8 254.Anak mampumengurutkanlambangbilangan 1-10dengan benar.5 749 255.Anak mampumenunjukkanlambangbilangan denganpola manik-manik.3 7 7 8 256.Anak mampumenjawabpertanyaantentang lambangbilangan dengan2 8 7 8 25=25menggunakanpola manik-manik bersamatemannya.7.Anak mampumenghubungkanlambangbilangan denganpola manik-manik.2 410 9 258.Anak dapatmelakukanstrategibermain polamanik-manikuntukmengenalkonsepbilangan 1-10.3 7 9 625JumlahJumlahJumlahJumlahkeseluruhankeseluruhankeseluruhankeseluruhan24496166200TotalTotalTotalTotal setelahsetelahsetelahsetelahdikalikandikalikandikalikandikalikan skorskorskorskor9614712266431Observasi pada anakmenggunakan 8 butir item,sehingga jumlah skor totalpenilaian adalah 8 X 25 = 200,dengan skor tertinggi 4, makatotal skor tertinggi adalah 8 X 25X 4 = 800, maka penghitunganprosentase adalah membagi skortotal yang diperoleh dengan 800dikalikan 100%, maka :A = 431N = 800431 X 100% = 53,88%2. Observasi siklus 1pertemuan keduaa) Observasi aktivitas guruPada pertemuankedua, gurumenggunakan strategibermain pola manik-manik di mana gambaranaktivitasnya adalahsebagai berikut :Tabel 4.3 : Observasi aktivitasguru siklus 1 pertemuan kedua.NNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyangDiamatiDiamatiDiamatiDiamatiSkorSkorSkorSkor1111 2222 3333 44441.2.3.4.5.6.Guru menyiapkanRencanaPembelajaran(RKH)Guru menerapkanstrategi bermainpola manik-manikdalam prosespembelajaran.Guru memberikanpertanyaan sesuaidengan materikonsep bilangan 1-10.Guru memotivasianak dengan baiktentang konsepbilangan melaluistrategi bermainpola manik-manik.Guru mampumengelola kelasdengan baik.Guru membimbinganak dalammengenal konsepbilangan 1-10melalui strategibermain polamanik-manik.JumlahJumlahJumlahJumlah 0000 2222 9999 8888Pada pertemuan keduasiklus 1, teman sejawatmemberikan penilaian sebagaiberikut :A = 19N = 25P 19 X 100% = 76 %b) Observasi Aktivitas AnakSedangkan hasilobservasi aktivitas anakpada siklus 1 pertemuan=25=800kedua, diperoleh hasilsebagai berikut :Tabel 4.4 : Observasi aktivitasanak pada siklus 1 pertemuankeduaNNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyangdiamatidiamatidiamatidiamatiKualifikasiKualifikasiKualifikasiKualifikasiPenilaianPenilaianPenilaianPenilaianJJJJmmmmlhlhlhlhSSSSBBBBBBBB CCCC KKKK1.Anak mampumenjawabpertanyaantentangkonsepbilangan 1-10dengan benar.5 9 5 6 252.Anak mampumelaksanakanstrategibermaindengan polamanik-manik.3 105 7 253.Anak mampumenyebutkanbilangan 1-10dengan benar.5 9 6 5 254.Anak mampumengurutkanlambangbilangan 1-10dengan benar.5 105 5 255.Anak mampumenunjukkanlambangbilangandengan polamanik-manik.5 9 6 5 256.Anak mampumenjawabpertanyaantentanglambangbilangandenganmenggunakanpola manik-manikbersamatemannya.4 9 7 5 257.Anak mampumenghubungkan lambangbilangandengan polamanik-manik.4 8 7 6 258 Anak dapat 5 9 7 5 25. melakukanstrategibermain polamanik-manikuntukmengenalkonsepbilangan 1-10.JumlahJumlahJumlahJumlahkeseluruhankeseluruhankeseluruhankeseluruhan37734849200TotalTotalTotalTotal setelahsetelahsetelahsetelahdikalikandikalikandikalikandikalikan skorskorskorskor14821996 49512Maka penghitunganprosentase adalah membagi skortotal yang diperoleh dengan 800dikalikan 100%, maka :A = 512N = 800P 512 X 100% = 64%3. Observasi mengenal konsepbilangan 1-10.Kegiatanpembelajaran diawalidengan guru mengeluarkanpola manik-manik denganvariasi bentuk yang menarikbagi anak kemudian gurumenggunakan strategibermain pola manik-manikkepada anak untukmeningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan1-10. Setelah itu, gurumelakukan tanya jawabpada anak tentang konsepbilangan 1-10 denganmenyebutkan bilangan 1-10,menunjukkan benda-bendadengan lambang bilangan 1-10, dan menghubungkanbilangan dengan benda 1-10.Berdasarkan hasil observasidan penilaian yangdilakukan peneliti danteman sejawat terhadap=800kemampuan mengenalkonsep bilangan 1-10 anakpada siklus 1 pertemuankedua ini diperoleh hasilsebagai berikut :Tabel 4.5 :Mengenal KonsepBilangan 1-10 anak (Siklus 1)Berdasarkan tabel 4.5tersebut maka hasil persentasepada siklus 1 dari setiapindikator yang penulis amatisesuai dengan rumus sebagaiberikut:PPPPTabel 4.6 : Persentase mengenal konsepbilangan 1-10 anak (Siklus 1)NNNNoooo....IndikatorIndikatorIndikatorIndikatorSkorSkorSkorSkorAAAA %%%%1.Kog2.28.MenyebutUrutan Bilangan 1-1012343911012%36%44%0%2.Kog3.20.Membilangdenganmenunjukkanbenda-benda 1-1012346117124%44%28%4%3.Kog4.33.Menghubungkan lambangbilangan denganbenda-benda 1-1012348106132%40%24%4%Berdasarkan datatersebut, maka dapat digambarkangrafik peningkatan kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10anak sebagai berikut :Gambar 4.1 : Grafik persentasemengenai konsep bilangan 1-1001020304050Indikator K 2.28Indikator K 3.20Indikator K 4.33Secara keseluruhan dariindikator mengenal konsepbilangan 1-10 anak tergambardalam tabel berikut :Tabel 4.7 : Persentase indikatormengenal konsep bilangan siklus 1AAAA %%%% KeteranganKeteranganKeteranganKeterangan1 5 20% BelumMampu2 9 36% Mampu dgnBantuan3 11 45% Mampu dgnMandiri4 0 0% SangatMampuTotalTotalTotalTotal 20 100%Data tersebut diatasdiperoleh dari Tabel 4 yaitumengenal konsep bilangan 1-10.Sedangkan grafik berikutmenggambarkan persentaseindikator mengenal konsepbilangan 1-10 anak01020304050* 1 * 2 * 3 * 4M engenal konsepb ilan gan 1 -1 0Grafik di atasmenunjukkan bahwa pada siklus1 indikator anak sudahmengalami peningkatan.Persentase anak yang mencapaiN=A x100%DalampersenDalampersenGambar 4.2 : Grafik indikator mengenal konsep bilangan anak siklusbintang 1 sudah menurunmenjadi 20% dari semulasebesar 68%. Persentase anakyang mencapai bintang 3 sudahmulai meningkat menjadi 45%dari semula yang hanya 12%,namun masih ada yang belumanak yang mencapai bintang 4.d.d.d.d. RefleksiRefleksiRefleksiRefleksiHasil yangdigambarkan pada tabel dangrafik di atas menjelaskanbahwa dari 25 anak ternyatamasih ada yang memilikikemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 masih belummencapai kompetensi sebesar20% atau sebanyak 5 anak. Sertajumlah anak yang mampudengan bantuan sebesar 36%atau sebanyak 9 anak. Jumlahanak yang mampu denganmandiri sebesar 45% atausebanyak 11 anak. Namunbelum ada anak yang memilikikemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 yang memilikiindikator sangat mampu.Mengacu pada kondisitersebut, serta melihat jumlahanak yang mencapai bintang 3belum mencapai standar sebesar75%, maka dilakukan siklus 2penelitian tindakan kelas denganmenggunakan strategi bermainpola manik-manik denganmenambah variasi bentuk darimanik-manik serta memberilabel angka atau bilangan 1-10pada pola manik-maniksehingga dapat menarik anakuntuk meningkatkankemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 anak.Kendala-kendala yangdihadapi dalam siklus 1 antaralain :1) Beberapa anak tidakmenghiraukan strategibermain sehingga ada yangbermain sendiri ataumengganggu temannya yangasyik melakukan strategibermain dengan pola manik-manik. Hal itu menyebabkankonsentrasi anak lain yangterpecah karena temansejawat berulangkalimengingatkan anak tersebutagar mau memperhatikanguru yang sedangmenggunakan strategibermain pola manik-manik.2) Strategi bermain padapertemuan pertama, yaitupola manik-manik biasa,dirasa sudah bagus namunkurang menarik bagi anaksehingga guru harusmembuat pola manik-manikyang lebih menarik minatanak yaitu dengan memberivariasi warna dan bentuk.3) Beberapa anak terlihat asyikmemperhatikan strategibermain dengan pola manik-manik namun saat ditanyamereka tampak bingungsehingga guru harusmemberikan pancinganterlebih dahulu.4) Setelah diberikan polamanik-manik kepada anak,anak-anak saling berebutpola manik-manik sehinggapeneliti harus menambahjumlah pola manik-manik.2.2.2.2. PelaksanaanPelaksanaanPelaksanaanPelaksanaan TindakanTindakanTindakanTindakan SiklusSiklusSiklusSiklus 2222Pelaksanaan siklus 2dimaksudkan untuk mengatasikendala-kendala dan memperbaikiproses pembelajaran agar masalahyang terdapat pada siklus 1 dapatteratasi. Adapun pelaksanaannyadapat diuraikan sebagai berikut :a.a.a.a. PerencanaanPerencanaanPerencanaanPerencanaanBerdasarkan hasilrefleksi pada siklus 1, kendala-kendala yang perlu diperbaikidalam proses pembelajaransebagai berikut :1. Beberapa anak perhatiannyakurang terfokus pada strategibermain pola manik-manikseperti asyik bermain sendiriatau mengganggu temannyasehingga perlu diminimalisir.2. Anak masih bingung ketikaditanya oleh guru tentangkonsep bilangan 1-10sehingga bahasa yangdigunakan guru saatmenerapkan strategi bermainperlu disederhanakan.3. Menambah jumlah polamanik-manik yang bertujuanagar anak-anak tidak berebutpola manik-manik sertamemberi label angka 1-10pada pola manik-manikdengan angka 1-10 untukmeningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan1-10.Hal-hal yang perludipertahankan pada prosespembelajaran siklus 1 yangdianggap sebagai kekuatanuntuk siklus berikutnya yaitu :a) Guru melaksanakan rencanatindakan sesuai dengan RKHyang telah disusunberdasarkan hasil evaluasisebelumnya.b) Pola manik-manik dibuatdengan bervariasi warna danbentuk sehingga dapatmenarik anak dan akanmenumbuhkan minat anakuntuk mengenal konsepbilangan, menunjukkanbilangan dengan benda-benda 1-10.Adapun rencanapenerapan pola manik-manikuntuk meningkatkankemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 anak pada siklus 2secara rinci sebagai berikut :(1) Melengkapi penyusunanRKH sesuai dengan rencanapelaksanaan pembelajaran(2) Guru menyiapkan polamanik-manik(3) Guru menyiapkan lembarobservasi aktivitas danrespon anak.(4) Guru memberikan pujiandan dukungan sebagaipenguat agar anaktermotivasi untuk mengenalkonsep bilangan 1-10.(5) Guru membuat instrumenobservasi untuk anak danguru.(6) Guru membuat lembarpenilaian.(7) Guru membuat evaluasipembelajaranb.b.b.b. TindakanTindakanTindakanTindakanSiklus 2 inidilaksanakan selama dua hariyaitu pada tanggal 5 Juni 2012dan tanggal 12 Juni 2012, yangberlangsung mulai pukul 07.00-09.00. Jumlah anak adalah 25anak, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 9 perempuan.Pada pertemuanpertama, guru melakukan tanyajawab tentang materi yangberhubungan dengankemampuan mengenal konsepbilangan 1-10. Guru menyuruhanak untuk membilang ataumenyebutkan bilangan 1-10.Langkah berikutnya adalah gurumenyiapkan pola manik-manikyang akan digunakan padaproses pembelajaran untukmengenal konsep bilangan 1-10dengan menyuruh anakmenunjuk bilangan 1-10 (anaktidak disuruh menulis) denganmenggunakan pola manik-manikyang memiliki warna dan telahdiberi label bilangan 1-10.Pada pertemuan kedua,guru menggunakan strategibermain dengan pola manik-manik yang memiliki variasiwarna juga bentuk serta telahdiberi label angka 1-10 sehinggadapat menarik perhatian sertaminat anak dalam mengenalkonsep bilangan 1-10. Penelitijuga memberikan pesan moralagar anak lebih giat berlatihdalam mengenal konsepbilangan 1-10.Adapun secaraterperinci tindakan yangdilakukan peneliti sama denganketika melakukan siklus 1sebagai berikut :1. Guru mengimplementasikanRPP dengan menggunakanstrategi bermain polamanik-manik.2. Anak dijelaskan tentangcara memainkan polamanik-manik.3. Guru bertanya jawabdengan anak tentangbilanngan 1-10 untukmengetahui pemahamananak terhadap konsepbilangan 1-10.Sedangkan langkah-langkah tindakan pada siklus 1ini meliputi :a) Pra pendahuluanMerupakankegiatan untukmempersiapkan danmengkondisikan anak dalammengikuti pembelajaranyang meliputi :(1) Berbaris, berdoa, dansalam.(2) Persiapan strategibermain dengan polamanik-manik.b) Kegiatan awal(1) Guru bercakap-cakaptentang hal-hal yangberhubungan dengankonsep bilangan 1-10.(2) Guru mengajak anakmeniru membilang ataumenyebutkan bilangan 1-10.c) Kegiatan inti(1) Sebelum menggunakanstrategi bermain polamanik-manik, gurubertanya pada anaktentang konsep bilangan1-10.(2) Guru mengeluarkan polamanik-manik denganvariasai warna danbentuk yang membuatanak tertarik.(3) Guru menyampaikanpesan kepada anak agarselalu giat berlatihtentang konsep bilangan1-10 menggunakanstrategi bermain.(4) Guru bertanya pada anaktentang konsep bilangandan mengajak anakmengurutkan bilangan 1-10.(5) Guru memuji anak yangmenjawab pertanyaandengan benar tentangkonsep bilangan 1-10.d) Kegiatan akhir(1) Guru bercakap-cakaptentang materi yang telahdiajarkan yaitu mengenalkonsep bilangan 1-10dengan menggunakanpola manik-manik.(2) Guru melakukanpendekatan pada anakyang masih kurangdalam mengenal konsepbilangan 1-10.c.c.c.c. ObservasiObservasiObservasiObservasi1. Observasi siklus 2pertemuan pertamaa) Observasi aktivitas guruBerdasarkanhasil observasi kegiatanguru pada siklus 2pertemuan pertama dimana guru menggunakanstrategi bermain polamanik-manik diperolehgambaran sebagaiberikut :Tabel 4.8 : Observasi aktivitasguru siklus 2 pertemuan pertama.NNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyang DiamatiDiamatiDiamatiDiamatiSkorSkorSkorSkor1111 2222 3333 44441.2.3.4.5.6.Guru menyiapkanRencanaPembelajaran (RKH).Guru menerapkanstrategi bermain polamanik-manik dalamproses pembelajaran.Guru memberikanpertanyaan sesuaidengan materi konsepbilangan 1-10.Guru memotivasianak dengan baiktentang konsepbilangan melaluistrategi bermain polamanik-manik.Guru mampumengelola kelasdengan baik.Guru membimbinganak dalam mengenalkonsep bilangan 1-10melalui strategibermain pola manik-manik.JumlahJumlahJumlahJumlah 0000 111122228888Penilaian dari temansejawat adalah sebagai berikut :A = 20N = 25P 20 X 100% = 80 %b) Observasi Aktivitas AnakBerdasarkanhasil observasi aktivitasanak selama prosespembelajaran pada siklus2 pertemuan pertama,diperoleh gambaransebagai berikut :Tabel 4.9 : Observasi aktivitasanak pada siklus 2 pertemuanpertamaNNNNooooAspekAspekAspekAspek yangyangyangyangdiamatidiamatidiamatidiamatiKualifikasiKualifikasiKualifikasiKualifikasiPenilaianPenilaianPenilaianPenilaianJmlhJmlhJmlhJmlhSSSSBBBBBBBBCCCC KKKK1.Anak mampumenjawabpertanyaantentangkonsepbilangan 1-10dengan benar.8 116 0 252.Anak mampumelaksanakanstrategibermaindengan polamanik-manik.614 5 0 253.Anak mampumenyebutkanbilangan 1-10dengan benar.7 126 0 254.Anak mampumengurutkanlambangbilangan 1-10dengan benar.8 125 0 255.Anak mampumenunjukkanlambangbilangandengan polamanik-manik.711 7 0 256.Anak mampumenjawabpertanyaantentang612 7 0 25=25lambangbilangandenganmenggunakanpola manik-manikbersamatemannya.7.Anakmampumenghubungkanlambangbilangandengan polamanik-manik.8116 0 258.Anak dapatmelakukanstrategibermainpola manik-manikuntukmengenalkonsepbilangan 1-10.8125 0 25JumlahJumlahJumlahJumlahkeseluruhankeseluruhankeseluruhankeseluruhan5895470 200TotalTotalTotalTotal setelahsetelahsetelahsetelahdikalikandikalikandikalikandikalikanskorskorskorskor232285940 611Maka penghitungan prosentaseadalahA = 611N = 800P 611 X 100% = 76,38%2. Observasi siklus 2pertemuan keduaa) Observasi aktivitas guruPada pertemuankedua, gurumenyampaikan strategipola manik-maniktentang konsep bilangan1-10 di mana gambaranaktivitasnya adalahsebagai berikut :Tabel 4.10 : Observasi aktivitasguru siklus 2 pertemuan kedua.NNNNoooo AspekAspekAspekAspek yangyangyangyangDiamatiDiamatiDiamatiDiamatiSkorSkorSkorSkor1111 2222 3333 44441.2.3.4.5.6.Guru menyiapkanRencanaPembelajaran(RKH).Guru menerapkanstrategi bermainpola manik-manikdalam prosespembelajaran.Guru memberikanpertanyaan sesuaidengan materikonsep bilangan1-10.Guru memotivasianak dengan baiktentang konsepbilangan melaluistrategi bermainpola manik-manik.Guru mampumengelola kelasdengan baik.Gurumembimbinganak dalammengenal konsepbilangan 1-10melalui strategibermain polamanik-manik.JumlahJumlahJumlahJumlah 0000 0000 9999 11112222Pada pertemuankedua siklus 2, temansejawat memberikanpenilaian sebagai berikut :A = 21N = 25P 21 X 100% = 84 %=800=25b) Observasi Aktivitas AnakSedangkan hasilobservasi aktivitas anakpada siklus 2 pertemuankedua, diperoleh hasilsebagai berikut :Tabel 4.11 : Observasi aktivitasanak pada siklus 2 pertemuankeduaNNNNooooAspekAspekAspekAspekyangyangyangyangdiamatidiamatidiamatidiamatiKualifikasiKualifikasiKualifikasiKualifikasiPenilaianPenilaianPenilaianPenilaian JmlJmlJmlJmlhhhhSSSSBBBBBBBBCCCC KKKK1.Anakmampumenjawabpertanyaantentangkonsepbilangan1-10denganbenar.10 11 4 0 252.Anakmampumelaksanakanstrategibermaindenganpolamanik-manik.8 14 3 0 253.Anakmampumenyebutkanbilangan1-10denganbenar.9133 0 254.Anakmampumengurutkanlambangbilangan1-10denganbenar.9142 0 255.Anakmampumenunjukkan8 13 4 0 25lambangbilangandenganpolamanik-manik.6.Anakmampumenjawabpertanyaantentanglambangbilangandenganmenggunakan polamanik-manikbersamatemannya.9 12 4 0 257.Anakmampumenghubungkanlambangbilangandenganpolamanik-manik.11 11 3 0 258.Anakdapatmelakukanstrategibermainpolamanik-manikuntukmengenal konsepbilangan1-10.11 10 4 0 25JumlahJumlahJumlahJumlahkeselurukeselurukeselurukeseluruhanhanhanhan7598270200TotalTotalTotalTotalsetelahsetelahsetelahsetelahdikalikadikalikadikalikadikalikannnn skorskorskorskor300294540648Makapenghitungan persentaseadalah membagi skortotal yang diperolehdengan 800 dikalikan100%, maka :A = 648N = 800P 648 X 100% = 81%3. Observasi mengenal konsepbilangan 1-10 anakKegiatanpembelajaran diawalidengan guru mengeluarkanpola manik-manik denganvariasi warna dan bentukyang menarik denganjumlah yang cukup banyakbagi anak kemudian gurumenggunakan strategibermain kepada anak.Setelah itu, guru bertanyapada anak tentang konsepbilangan1-10. Berdasarkanhasil observasi danpenilaian yang dilakukanpeneliti dan teman sejawatterhadap kemampuanmengenal konsep bilangan1-10 anak pada siklus 2pertemuan kedua inidiperoleh hasil sebagaiberikut:Tabel 4.13 : Persentase perkembangan kognitifanak (Siklus 2)NNNNoooo....IndikatorIndikatorIndikatorIndikatorSkorSkorSkorSkorAAAA %%%%1.Kog2.28.MenyebutUrutan Bilangan1-101234031660%12%64%24%2.Kog3.20.Membilangdenganmenunjukkanbenda-benda 1-101234071350%28%52%20%3.Kog4.33.Menghubungkan lambangbilangan denganbenda-benda 1-101234061180%24%44%32%Berdasarkan data tersebut, makadapat digambarkan grafik mengenalkonsep bilangan 1-10 anak sebagaiberikut :Gambar 4.3 : Grafik persentasemengenal konsep bilangan 1-10 siklus 2010203040506070Indikator K.2.28Indikator K.3.20Indikator K.4.33Secara keseluruhan dariindikator kinerja mengenal konsepbilangan 1-10 anak tergambar dalamtabel berikut :Tabel 4.14 : Persentase indikator kinerjamengenal konsep bilangan 1-10 siklus 2SkorSkorSkorSkor AAAA %%%% KeteranganKeteranganKeteranganKeterangan1 0 0% Belum Mampu2 4 16% Mampu dgn Bantuan3 15 60% Mampu dgnMandiri4 6 24% Sangat MampuTotalTotalTotalTotal 25 100%Dalampersen=800Grafik berikutmenggambarkan prosentaseindikator mengenal konsepbilangan 1-10 awal anak0204060* 1 * 2 * 3 * 4Mengenalkonsepbilangan 1-10Grafik di atasmenunjukkan bahwa padasiklus 2 indikator anaksudah mengalamipeningkatan. Persentaseanak yang mencapaibintang ( )1 sudah tidakada. Prosentase anak yangmencapai 3 sudah mulaimeningkat menjadi 60%dari semula sebesar 45%.Untuk 4 sebesar 24%.d.d.d.d. RefleksiRefleksiRefleksiRefleksi dandandandan HasilHasilHasilHasil AnalisisAnalisisAnalisisAnalisisDataDataDataDataBerdasarkan hasilobservasi terhadap aktivitas gurudan anak selama pelaksanaantindakan pada siklus 2menunjukkan bahwa adanyapeningkatan indikator padakemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 anak yangditingkatkan dengan strategibermain pola manik-manik.Dalam hal perbaikan prosespembelajaran yang telahdilaksanakan dengan baik olehguru yaitu dengan menambahjumlah pola manik-manik(bertujuan agar anak tidakberebut pola manik-manik) sertamemberi label angka ataubilangan 1-10 pada pola manik-manik, sehingga anak sudah bisamerespon dan juga mampumengenal konsep bilangan 1-10saat di sekolah dan dapatmenyebutkan lambang bilangan1-10 dengan temannya.Hal ini menunjukkanbahwa pelaksanaan siklus 2dirasa cukup mewakili daritujuan yang telah direncanakanyaitu untuk meningkatkanmengenal konsep bilangan 1-10anak melalui strategi bermainpola manik-manik. Nilaiminimal yaitu 3 telah tercapaisebesar 84% dengan rinciananak yang 3 sebanyak 60%dan anak yang mendapat 4sebesar 24%. Dengan demikianPenelitian Tindakan Kelas dapatdilakukan sampai pada siklus 2.B.B.B.B. PembahasanPembahasanPembahasanPembahasanPenelitian tindakan kelasini telah dilakukan secara bertahap, dimana perencanaan tindakan pada siklus1 bersumber dari masalah-masalah yangmenghambat mengenal konsep bilangan1-10 anak sehingga kemampuan awaldalam mengenal konsep bilangan 1-10anak relatif rendah. Denganmenggunakan pola manik-manik yangbervariasi bentuk menarik saatmenggunakan strategi bermain padapenelitian tindakan kelas ini, diharapkananak menjadi lebih mengenal konsepbilangan 1-10, serta mampumenyebutkan bilangan 1-10 selama disekolah dan mampu menunjukkanbilangan dengan benda-benda yang adadisekolah kepada temannya.Mengenal konsep bilanganyang dicapai anak telah menunjukkanhasil yang signifikan, baik yangberhubungan dengan aktivitas gurumaupun ketuntasan belajar yang diraihanak. Keadaan ini menjelaskan bahwaDalampersenGambar 4.4 : Grafik indikator mengenal konsepbilangan 1-10anak siklus 2dalam proses pembelajaran harusbersifat dinamis dan mengenal konsepbilangan 1-10 anak sangat ditentukanoleh strategi pembelajaran yangdigunakan. Dalam arti strategipembelajaran akan sangat membantupengembangan potensi yang dimilikianak secara optimal sesuai dengankapasitas yang dimilikinya.Seperti yang telahdiketahui bahwa anak belajar denganvisual, auditorial, dan kinestetikalsehingga penggunaan pola manik-manikdiperlukan untuk strategi bermain.Kreativitas dan inovasi guru untukmemperbaiki kelemahan-kelemahanyang terjadi, baik yang dialami gurumaupun anak sangat diperlukan dalamsetiap proses pembelajaran dalamsemua tingkatan. Perbaikan strategi danlangkah-langkah tindakan aktivitasmengajar yang dilakukan oleh guru,berpengaruh sangat signifikan padakinerja anak. Hal ini tampak darikualitas pembelajaran dalam tindakankelas yang berhasil meningkatkanindikator kinerja anak yang semakinmeningkat pada setiap siklus.Pada siklus 1 setelahmenerapkan penggunaaan strategibermain pola manik-manik kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10meningkat menjadi 45%. Sebelummelakukan siklus 2 peneliti melakukanperbaikan terhadap media pola manik-manik, diantaranya dengan menambahjumlah pola manik-manik sehinggatidak membuat anak berebut polamanik-manik saat menggunakan strategibermain pola manik-manik dan jugapeneliti memberi label pada pola manik-manik dengan lambang bilangan 1-10.Hasil dari siklus 2 kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10 padaanak TK A meningkat menjadi 84%.Dan hasil akhir pada siklus 2 telahmemberikan peningkatan padamengenal konsep bilangan 1-10 anaksehingga anak yang belum mampudalam mengenal konsep bilangan 1-10menjadi nihil. Hal ini dapatdigambarkan pada grafik berikutGambar 4.5 : Grafik mengenal konsepbilangan 1-10 anak tiap siklus020406080* 1 * 2 * 3 * 4siklu s 2siklu s 1Dari grafik tersebut dapatdilihat bahwa anak mengalamipeningkatan kemampuan dalammengenal konsep bilangan 1-10 padatiap siklusnya. Berdasarkan tindakandalam proses pembelajaran denganmenggunakan strategi bermain polamanik-manik, maka ketuntasan belajardalam tindakan yang telah diberikanguru pun mengalami kenaikan yangsignifikan. Pada siklus 1 ketuntasanbelajar pada mengenal konsep bilangan1-10 sebesar 45% meningkat di siklus 2yang ketuntasan belajarnya mencapai84%.Adanya peningkatankemampuan mengenal konsep bilangan1-10 anak dari tiap tingkatan siklus,karena dengan strategi bermain polamanik-manik, anak dapat mengenalkonsep bilangan 1-10, sehinggamengenal konsep bilangan 1-10meningkat. Hal ini sesuai denganpendapat Gerlach dan Elly (dalamHamzah 2009:1) yang menjelaskanbahwa strategi pembelajaran merupakancara-cara yang dipilih untukmenyampaikan metode pembelajarandalam lingkungan pembelajaran tertentumeliputi sifat lingkup dan urutanDalampersenkegiatan pembelajaran yang daptmemberikan pengalaman belajar pesertadidik.Hasil refleksi dan analisisdata pada siklus 2 juga membedakanefektivitas pembelajaran berdasarkanbanyaknya bintang dalam mengenalkonsep bilangan 1-10 anak. Hal ini jugamenunjukkan perbedaan yangsignifikan dari tahap-tahap tindakankelas (siklus pembelajaran) yangdilakukan. Sehingga dapat disimpulkanbahwa strategi pembelajaran denganpola manik-manik yang bervariasibentuk juga warna dapat meningkatkankemampuan mengenal konsep bilangan1-10 anak usia dini.Hasil penelitian ini jugasesuai dengan pendapat Sujiono(2011:144) yang menyatakan bahwabermain sebagai sarana sosialisasi anakyang dapat memberikan kesempatananak untuk bereksplorasi, menemukanhal-hal baru, mengekspresikan perasaan,berkreasi dan belajar secaramenyenangkan. Selain itu anak dapatmengembangkan semua potensinyasecara optimal, baik potensi fisikmaupun mental, intelektual, danspiritual. Pola manik-manik yangbervariasi warna serta bentuk digunakanagar anak tertarik untuk melakukanstrategi bermain yang disajikan guruserta agar mereka tidak merasa bosandengan strategi bermain yangdisampaikan sehingga kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10 dapatmeningkat.BABBABBABBABVVVVKESIMPULANKESIMPULANKESIMPULANKESIMPULANDANDANDANDAN SARANSARANSARANSARANA.A.A.A. KesimpulanKesimpulanKesimpulanKesimpulanBerdasarkan hasilpenelitian tindakan kelas yang telahdilaksanakan melalui beberapa tindakandari siklus I dan siklus II sertaberdasarkan pada seluruh pembahasandan analisis yang telah dilaksanakan ,maka dapat disimpulkan bahwapenggunaan strategi bermain polamanik-manik sangat tepat untukmeningkatkan mengenal konsepbilangan 1-10. Secara khusus, penelitianini dapat disimpulkan sebagai berikut:1. Penerapan strategi bermain polamanik-manik dapat meningkatkankemampuan mengenal konsepbilangan 1-10. Hal ini ditunjukkandari hasil analisis yang didapatkanbahwa kemampuan mengenalkonsep bilangan 1-10 anak di TK AAN NUR meningkat. Pada siklus Ikemampuan mengenal konsepbilangan 1-10 anak yang telahmencapai ketuntasan belajar sudahmeningkat menjadi sebesar 45%dan siklus 2 sebesar 84% denganrincian 60% anak yang telahmencapai skor 3 dan 24% anakyang telah mencapai skor 4.2. Penggunaan strategi bermain polamanik-manik pada anak TK Amenambah wawasan guru dalammemilih strategi yang tepat untukditerapkan di kelas dan disesuaikandengan tujuan dari setiappembelajaran yang diadakan.B.B.B.B. SaranSaranSaranSaranBerdasarkan latar belakangpermasalahan yang diuraikansebelumnya serta data dan bukti nyatayang didapat setelah penerapan strategibermain pola manik-manik yangternyata mampu meningkatkanmengenal konsep bilangan 1-10 padaanak TK A, peneliti menyarankan hal-hal berikut ini:1. Mengingat pelaksanaan penelitian inihanya berjalan dalam 2 siklus sertajumlah anak 25 anak dalam satukelas, peneliti atau guru laindiharapkan dapat melanjutkanpenelitian untuk mendapat penemuanyang lebih signifikan.2. Mengingat strategi bermain polamanik-manik telah terbukti mampumeningkatkan mengenal konsepbilangan 1-10 anak serta membekaliskill life pada anak, diharapkan gurulain mencoba strategi bermain polamanik-manik ini. Selain itu, selalumempersiapkan dengan baik sebelummelaksanakan pembelajaran sepertistrategi bermain pola manik-manikdengan menyediakan pola mnaik-manik lebih banyak jumlahnyasupaya anak tidak berebut polamanik-manik.Dengan adanya hasil penelitian inihendaknya orang tua dapat meluangkanwaktunya untuk menerapkan strategibermain pola manik-manik bagi putra-putrinya agar kemampuan mengenalkonsep bilangan 1-10 putra-putrinyadapat meningkat.DAFTARDAFTARDAFTARDAFTAR PUSTAKAPUSTAKAPUSTAKAPUSTAKAArikunto, Suharsimi, dkk. (2002).Manajemen Penelitian. Jakarta:PT. Bumi Aksara.Arikunto, Suharsimi, dkk. (2010).Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: PT. Bumi Aksara.Depdiknas. 2006. PedomanPembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Ditjen Mandiknas.Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. 2007.Buku 3: Pedoman PembelajaranBidang Pengembangan Kognitifdi Taman Kanak-Kanak.Kementrian Pendidikan Nasional,Direktorat Jenderal ManajemenPendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Direktorat Pembinaan TKdan SD.Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. 2007.Buku 6: Pedoman PembelajaranPermainan Berhitung PermulaanDi Taman Kanak-Kanak.Kementrian Pendidikan Nasional,Direktorat Jenderal ManajemenPendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Direktorat Pembinaan TKdan SD.Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. 2010.Pedoman Pembelajaran BidangPengembangan Kognitif di TamanKanak-Kanak Bermain Bilangan.Kementrian Pendidikan Nasional,Direktorat Jenderal ManajemenPendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Direktorat Pembinaan TKdan SD.Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. 2010.Kurikulum Taman Kanak-kanakPedoman PengembanganProgram Pembelajaran di TamanKanak-Kanak. KementrianPendidikan Nasional, DirektoratJenderal Manajemen PendidikanDasar dan Menengah. Jakarta:Direktorat Pembinaan TK dan SD.Hariwijaya. (2002). Bermain danPermainan Anak. Jakarta: PT.Gramedia.Hasibuan, Y. Y., dkk. (1986). Prosesbelajar mengajar. Bandung: CV.Remaja Karya.http://www.artikata.com/arti-339749-manik.html tanggal 1april 2012.http://www.duniapsikologi.com/perlukah-anak-bermain/ tanggal 30 Maret2012.Iskandarwassid dan Sunendar D. 2009.Strategi Pembelajaran Bahasa.Bandung:PT. Remaja RosdakaryaOffset.Marhijanto, Bambang.(1999). KamusBahasa Indonesia Masa Kini.Surabaya: Terbit Terang.Masitoh, dkk. 2005. StrategiPembelajaran TK. Jakarta:Universitas Terbuka.Masudah, M. 2011. Materi IVPengembangan Kognitif,Kreativitas, dan Seni Anak UsiaDini. Surabaya: UniversitasNegeri Surabaya.Moeslichatoen. 2004. MetodePengajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: DepartemenKebudayaan.Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. CerdasMelalui Bermain. Jakarta: PT.Gramedia.Patmonodewo, Soemiarti. 2003.Pendidikan Anak Prasekolah.Jakarta: PT. Rineka Cipta.Peraturan Menteri Pendidikan NasionalRepublik Indonesia Nomor 58Tahun 2009 tentang StandarPendidikan Anak Usia Dini.Jakarta: Departemen PendidikanNasional RI.Prasetyono, Dwi Sunar. 2007.Membedah Psikologi BermainAnak. Jogyakarta: Think.Solehudin, M. 2001. Konsep DasarPendidikan Prasekolah. Bandung:Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Pendidikan Indonesia.Sujiono, Yuliani Nurani. 2011. KonsepDasar Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta: PT. INDEKS.Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.Susilo. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.Yogyakarta: Pustaka BookPublisher.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003tentang Sistem PendidikanNasional. Jakarta: DepartemenPendidikan Nasional RI.Uno, Hamzah B. 2009. ModelPembelajaran MenciptakanProses Belajar Mengajar yangKreatif dan Efektif. Jakarta:BumiAksara.Usman, Husaini dan Purnomo SetiadyA. 2004. Metodologi PenelitianSosial. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Yusuf, S. 2001.PsikologiPerkembangan Anak dan Remaja.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya

Recommended

View more >