PENGGUNAAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B TK MEKAR SARI SAWAHAN SURABAYA

  • Published on
    07-Aug-2015

  • View
    162

  • Download
    3

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Alfiah Restuningsih, http://ejournal.unesa.ac.id

Transcript

1PENGGUNAAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B TK MEKAR SARI SAWAHAN SURABAYA Alfiah Restuningsih ABSTRACT The success of the process of teaching and learning in the classroom is highly determined by the learning strategies, however complete and details of other components without proper strategies are implemented then the components will have no meaning in the process of the achievement of the goals. Therefore the teachers require to implement strategy or interesting media in the implementation of learning. The research was based on the problem: How does the use of card numbers to improve cognitive ability in recognizing the concept of numbers in the Group B TK Mekar Sari Sawahan Surabaya Whereas the aim of this research is: how to know the implementation of word cards can improve cognitive ability in recognizing the concept of numbers in the Group B TK Mekar Sari Sawahan Surabaya. In addition, the other purpose of this research is to add the cognitive teaching alternative media which appropriates the situation and condition of kindergartens. This research uses the Classroom Action Research actions (CAR) by as much as two rounds. Each round consists of four stages: design, activities and observation, reflection, and revision. The target of this research is the children in Group B. The data obtained as the result of observation sheet, teaching and learning activities. From the results obtained that learning achievement analyst children experienced an increase of cycle I get cycle II i.e., cycle I (66%) cycle II (94%). The summary of this research is the learning model uses the card numbers can affect a child's cognitive ability in TK Mekar Sari Sawahan Surabaya, that the learning can be used as an alternative learning in kindergarten. keywords : card numbers , cognitive ability Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau media yang menarik dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: bagaimanakah aktifitas guru dalam penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, bagaimanakah aktifitas anak pada penggunaan kartu angka2dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, dan bagaimanakah penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendiskripsikan aktifitas guru dalam pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, untuk mendiskripsikan aktifitas anak pada pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, danuntuk mendiskripsikan hasil pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Di samping itu tujuan lain dari penelitian ini adalah menambah alternatif media pengajaran kognitif yang sesuai dengan situasi dan kondisi Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah anak kelompok B. Data yang diperoleh berupa hasil lembar observasi, kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar anak mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (66%) siklus II (94%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran menggunkan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak taman kanak-kanak Sekar Melati , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran di taman kanak-kanak. Kata Kunci: Kartu angka, kemampuan kognitif Pendahuluan Latar Belakang Pada umumnya setiap Anak Usia Dini (AUD) mengalami perkembangan kognitif, fisik motorik, seni, bahasa psikis dan moral yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita sebagai pendidik Anak Usia Dini (AUD) tidaklah semudah membalikkan tangan untuk membentuk perilaku dan perkembangan fisik dan intelegensinya. Proses pembelajaran pada Anak Usia Dini (AUD) bertujuan memberikan konsep-konsep yang kongkrit dan realistis. Pembelajaran yang terlalu tekstual akan sulit dipahami oleh anak. Anak Usia Dini (AUD) harus diberi contoh-contoh kongkrit, peragaan langsung dan dikemas melalui bermain. Dengan cara ini, maka secara tidak langsung anak dapat menerima apa yang diajarkan kepada mereka. Pada awal tahun pelajaran 2011 / 2012 Semester I peneliti telah mengenalkan konsep bilangan dengan menggunakan metode tanya jawab dan pemberian tugas untuk menuliskan bentuk bilangan saja. Ternyata sebagian besar3anak di kelas B di TK Mekar Sari yang berjumlah 35 anak yang terdiri dari 20 anak laki-laki dan 15 anak perempuan, masih ada 4 anak yang kurang paham bilangan 1-20, dan 5 anak yang kurang paham konsep bilangan dengan benda, juga dalam pengenalan urutan bilangan 1-20, dan menyebutkan hasil penjumlahan dan pengurangan dengan benda padahal sudah sering kali peneliti sampaikan. Rumusan Masalah 1. Bagaimana aktifitas guru dalam penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 2. Bagaimana aktifitas anak pada penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 3. Bagaimana penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Tujuan 1. Untuk mendiskripsikan aktifitas guru dalam pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 2. Untuk mendiskripsikan aktifitas pada pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 3. Untuk mendiskripsikan hasil pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Manfaat Penelitian 1. Bagi Anak Diharapamkan anak mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak agar dapat mengenal konsep bilangan dengan menggunakan media kartu angka. 2. BagiPeneliti Untuk mengembangkan kemampuan profesinya secara profesional, agar lebih percaya diri berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pembelajaran AUD khususnya di TK B. 3. BagiKepala TK Diharapkan sebagai bahan pertimbangan dan kegiatan dalam menyediakan dan melengkapi kebutuhan fasilitas sekolah untuk peningkatan profesional guru dan mutu pendidikan. 4. Bagi Orang Tua Diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengatasi kejenuhan kebosanan belajar anak. Orang tua dapat menerapkan penggunaan media kartu angka dan mengetahui hasil dari penggunaan kartu angka tersebut dan dapat membantu belajar anak dirumah.4Definisi Operasional 1. Mengenal konsep bilangan menurut Susanto , (2011:109) permainan flashcardberdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan , karena permaiman kartu ini dapat merangsang anak lebih cepat mengenal angka, membuat minat anak semakin menguat dalam menguasai konsep bilangan, serta merangsang kecerdasan dan ingatan anak, mampu mengembangkan kemampuan karena anak dapat memiliki konsep berhitung dengan baik dan anak dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan kemampuanya seoptimal mungkin, anak juga akan banyak belajar mengenai urutan bilangan dan pemahaman konsep angka dengan baik. 2. Kartu angka menurut Hurlock (1978) Susanto (2011:107-108) seiring dengan perkembangan pemahaman bilangan permulaan ini, menyatakan bahwa konsep yang dimulai dipahami anak diantaranya konsep bilangan.Pengalaman anak mempengaruhi konsep bilangan yang mereka ketahui, karena berhubungan dengan kata-kata.Oleh karena itu pemahaman konsep bilagnan melalui permainan sangat penting karena dengan permainan anak dapat cepat memahami maksud dari pembelajaran tersebut. Asumsi 1. Kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak TK 2. Hasil observasi dalam penelitian ini mencerminkan keadaan anak yang sesungguhnya di TK Mekar Sari Kelompok B. Batasan Masalah Ppenelitian Agar penelitian tidak meluas, maka diperlukan batasan masalah tentang penggunaan media kartu angka untuk mengatasi masalah dalam meningkatkan pengenalan konsep bilangan untuk perkembangan kognitif anak yang dilakukan di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan dengan jumlah siswa kelompok B 35 siswa. Kajian Teori A. Perkembangan Kognitif Pengertian Perkembangan Kognitif Perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap dan tingkah laku (Susanto, 2011:21). Kognitif adalah suatu proses berfikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar (Susanto, 2011:47). Menurut Piaget (1972) dalam Sujiono, dkk (2008:3.5) perkembangan kognitif mempunyai 4 aspek yaitu : kematangan merupakan pengembangan dari susunan syaraf, pengalaman merupakan hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungan, transmisi merupakan pengaruh yang diperoleh5dalam hubungan dengan lingkungan sosial, ekuilibrasi kemampuan yang mengatur dalam diri anak agar ia selalu mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terehadap lingkungan. Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam mencapai tujuan pengajaran. Dalam pengertian yang lebih luas media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas (Sanaky, 2011:4-8). Menurut Gagne dalam Sujiono, dkk (2008:8.1) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak yang dapat mendorong anak untuk belajar. Media pembelajaran adalah segalah sesuatu yang dapat dipakai atau dimanfaatkan untuk merangsang daya pikir, perasaan, perhatian dan kemampuan anak sehingga ia mampu mendorong terjadinya proses belajar mengajar pada diri anak (Sujiono, dkk, 2008:8.17) Dengan demikian dapat kita pahami bahwa media yang digunakan haruslah mampu membawa anak kapada dunia mereka, yaitu dunia bebas dan murni untuk menciptakan berbagai hal yang kreatif, berekspresi, bermain dan belajar. Jika ada dalam kegiatan pembelajaran mengajarkan baca, menulis, dan berhitung bagi anak tentu harus melalui kegiatan yang menyenangkan dan tidak formal sehingga dirasak sebagai bagian dari kegiatan bermain. Penggunaan Kartu Angka (Flashcard) Menurut Hurlock (1978) Susanto (2011:107-108) seiring dengan perkembangan pemahaman bilangan permulaan ini, menyatakan bahwa konsep yang dimulai dipahami anak diantaranya konsep bilangan.Pengalaman anak mempengaruhi konsep bilangan yang mereka ketahui, karena berhubungan dengan kata-kata.Oleh karena itu pemahaman konsep bilagnan melalui permainan sangat penting karena dengan permainan anak dapat cepat memahami maksud dari pembelajaran tersebut. Menurut Susanto (2011:109) permainan flashcard berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan , karena permaiman kartu ini dapat merangsang anak lebih cepat mengenal angka, membuat minat anak semakin menguat dalam menguasai konsep bilangan, serta merangsang kecerdasan dan ingatan anak, mampu mengembangkan kemampuan karena anak dapat memiliki konsep berhitung dengan baik dan anak dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan kemampuanya seoptimal mungkin, anak juga akan banyak belajar mengenai urutan bilangan dan pemahaman konsep angka dengan baik. Rahman (2002:112) dalam Susanto (2011:208) mengungkapkan bahwa dampak penggunaan flashcard terhadap kemampuan berhitung permulaan, diantaranya anak mampu mengembangkan kemampuan kognitifnya dengan baik, anak memiliki konsep berhitung dengan baik, dan anak dapat mengembangkan6segenap potensi yang dimiliki sesuai dengan kemampuannya. Hal ini penting karena perkembangan anak harus sesuai dengan taraf perkembangan. Keterkaitan Antara Penggunaan Kartu Angka Dalam Mengembangkan Kemampuan Pengenalan Konsep Bilangan Ada beberapa tahapan dalam membantu mempercepat penguasaan berhitung anak.Depdiknas (2000:7-8) dalam Susanto (2011:100). Adapun tahapan tersebut meliputi : 1. Tahap penguasaan konsep, dimulai dengan pengenalan konsep atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda-benda yang nyata, seperti pengenalan warna bentuk dan menghitung bilangan. 2. Tahap transaksi merupakan peralihan dari pemahaman secara kongkrit dengan menggunakan benda-benda nyata menuju kearah pemahaman secara abstrak. 3. Tahap pengenalan lambang adalah dimana setelah anak memahami sesuatu secara abstrak, maka anak dapat dikenalkan pada tingkat penggunaan terhadap konsep bilangan dengan cara meminta anak melakukan proses penjumlahan / pengurangan melalui penyelesaian soal. Konsep pengurangan dan penjumlahan dapat dilakukan dengan menggunakan permainan flashcard yang disesuaikan dengan kemampuan anak dan melibatkan kreatifitas guru atau pembimbing dalam permainan flashcard agar anak tidak kebosanan dan hasil dari permainan ini sesuai dengan yang diharapkan. Diungkapkan oleh Yew (2002) dalam Susanto (2011:103) beberapa prinsip dalam mengajarkan berhitung pada anak diantaranya adalah : a. Buat pelajaran mengasyikan. b. Ajak anak terlibat secara langsung. c. Bangun keinginan kepercayaan diri dalam meyelesaikan berhitung. d. Hargai kesalahan anak jangan menghukumnya. e. Fokus pada apa yang anak capai. Metode Penelitian Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang sudah dianggap mampu memenuhi kepuasan peneliti dalam mencapai hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada. Siklus akan dilanjutkan kesiklus berikutnya, jika belum tercapai kriteria keberhasilan atau ketuntasan belajar yang telah ditetapkan oleh peneliti. Subyek Tempat Dan Waktu Penelitian Yang menjadi subyek penelitian ini adalah murit kelompok B yang berjumlah 35 yang terdiri dari 15 anak perempuan dan 20 anak laki-laki pada Semester II tahun pelajaran 2011-2012. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di TK Mekar Sari Jl. Petemon Kuburan 48 Kecamatan Sawahan Kota Surabaya Propensi Jawa Timur. Penelitian ini membutuhkan waktu dua bulan, mulai bulan April hingga Mei 2012. Adapun pelaksanaan tindakan memerlukan waktu tiga minggu. Minggu ketiga bulan april, minggu pertama bulan Mei dan terakhir untuk7pengayaan minggu ke tiga bulan Mei 2012. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan dua siklus. Prosedur Penelitian Prosedur atau langkah-langkah penelitian yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus kegiatan mengacu pada model yang diadopsi dari Hopkins (1993:48), dimana setiap siklus terdiri atas empat kegiatan pokok antara lain kegiatan perencanaan, tindakan pelaksanaan, observasi dan reflesi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berurutan dan berkesinambungan. Langkah-langkahpokok yang ditempuhadalahsebagaiberikut :Gambar 3.1 Alur PTK (diadaptasidariHapkins ,1993:48Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapat data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Observasi yang digunakan adalah observasi aktifitas anak, observasi aktifitas guru, dan observasi kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bilangan. Teknik Analisis Data Untuk mengetahui kefektifan suatu kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian ini digunakan analisis deskrip sikualitatif yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bilangan juga untuk mengetahui peningkatan ketrampilan guru dalam pengelolaan kelas. Untuk menghitung presentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut :P= x 100 % Keterangan P = Prosentase S X = Anak yang tuntas belajar S N = Jumlah Anak8Anak dinyatakan tuntas (T) jika telah mendapatkan bintang 3 atau 4. sebaliknya jika mendapatkan 1 dan 2, anak dinyatakan tidak tuntas (TT). Data yang diperoleh dianalisis menggerukan patokan standar keberhasilan. Anak dinyatakan berhasil apabila telah mencapai standar > 75% dari jumlah anak yang hadir mampu membilang dan menunjukkan konsep bilangan dan mengurutkan benda untuk bilangan 1 20 dengan menggunakan kartu angka. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaborasi dengan teman sejawat, yang membantu dalam pelaksanaan observasi dan refleksi selama penelitian berlangsung, sehingga secara tidak langsung kegiatan penelitian dapat terkontrol sekaligus menjaga kevalidan hasil penelitian. 1. Siklus 1 a. Tahap Perencanaan 1) Penyusunan perangkat pembelajaran Pada tahap ini peneliti dan kolaborator menyusun perangkat pembelajaran untuk anak kelompok B TK Mekar Sari dengan menggunakan kartu angka. Perangkat pembelajaran yang disusun terdiri atas: silabus, RPP, LKA, instrument pengamatan, media pembelajaran. 2) Penyusunan Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang disusun meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran bidang pengembangan kemampuan kognitif pada peserta didik kelompok B melalui penggunaan kartu angka. 3) Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang telah disusun didiskusikan lagi dengan kolaborator untuk divalidasi. Hasil validasi yang dilakukan sebagai berikut: Hasil dari validasi RPP menunjukkan ada beberapa revisi yang perlu dilakukan. Revisi yang harus dilakukan meliputi RPP I, tingkat capaian perkembangan 1 dan RPP II, tingkat capaian perkembangan 2 mengenai kurang rincinya langkah pembelajaran pada tahap kegiatan awal (pembuka), serta perbaikan kalimat pada tahap penyusunan ulang gagasan. RPP 2, KD 1 perlu dilakukan perbaikan kalimat pada tahap penerapan gagasan. Kesimpulan dari hasil validasi adalah RPP dapat digunakan dengan sedikit revisi. b. Tahap Pelaksanaan 1) Pertemuan 1 (a) Peneliti mempersiapkan kartu angka sesuai dengan tujuan pembelajaran.9(b) Peneliti menjelaskan materi pembelajaran kepada anak dengan menggunakan media kartu angka. (c) Peneliti melakukan tanya jawab dengan anak mengenai gambar peraga kartu angka.. (d) Peneliti membagi kelompok menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan keinginan anak itu sendiri dengan maksimal 4-5 kelompok anak dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Peneliti tetap menjaga situasi agar kondisi kelas tetap terjaga dan tidak kacau. (e) Peneliti mengajak anak untuk menyebutkan/membilang urutan bilangan 1-20 secara berkelompok maupun individu. (f) Peneliti melakukan evaluasi terhadap prestasi belajar anak dengan aktivitas bermain kartu angka. (g) Guru melakukan pengamatan terhadap aktivitas anak selama proses pembelajaran menyebutkan/membilang urutan bilangan 1-20. 2) Pertemuan 2 : (a) Peneliti mempersiapkan kartu angka sesuai dengan tujuan pembelajaran. (b) Peneliti menjelaskan materi pembelajaran kepada anak dengan menggunakan media kartu angka. (c) Peneliti melakukan tanya jawab dengan anak mengenai gambar peraga kartu angka.. (d) Peneliti membagi kelompok menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan keinginan anak itu sendiri dengan maksimal 4-5 kelompok anak dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Peneliti tetap menjaga situasi agar kondisi kelas tetap terjaga dan tidak kacau. (e) Peneliti mengajak anak untuk menghubungkan benda dengan bilangan secara berkelompok maupun individu. (f) Peneliti melakukan evaluasi terhadap prestasi belajar anak dengan aktivitas bermain kartu angka. (g) Guru melakukan pengamatan terhadap aktivitas anak selama proses pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan benda 1 - 20. 3) Pertemuan 3 : (a) Peneliti mempersiapkan kartu angka sesuai dengan tujuan pembelajaran. (b) Peneliti menjelaskan konsep bilangan kepada anak dengan menggunakan media kartu angka dan benda. (c) Peneliti melakukan tanya jawab dengan anak mengenai gambar peraga kartu angka.. (d) Peneliti membagi kelompok menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan keinginan anak itu sendiri dengan maksimal 4-5 kelompok anak dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Peneliti tetap menjaga situasi agar kondisi kelas tetap terjaga dan tidak kacau. (e) Peneliti mengajak anak untuk membilang dengan benda 1-20.10(f) Peneliti melakukan evaluasi terhadap prestasi belajar anak dengan aktivitas bermain bilangan dengan benda. (g) Guru melakukan pengamatan terhadap aktivitas anak selama proses pembelajaran bilangan dengan benda 1-20. c. Tahap Observasi Analisis hasil observasi terkait dengan kinerja guru siklus I, yang terdiri dari 13 aspek pengamatan keterampilan guru pada saat melaksanakan proses kegiatan pembelajaran, yang dimulai dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir melalui penggunaan kartu angka, sebagai upaya peningkatan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan, yang didukung dengan penggunaan media kartu angka. Penyajian data selengkapnya ditampilkan pada bentuk analisis tabulasi berikut ini: Tabel 4.1 Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus IN o. 1. Aspek Yang Dinilai Kegiatanawal : - Guru dapat menarik perhatian siswa yang meliputi gaya mengajar, alat bantu mengajar dan pola interaksi yang bervariasi - Guru memberikan motivasi belajar pada anak dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan - Guru memberikan acuan tentang kegiatan pengenalan konsep bilangan yang akan dilakukan - Guru membuat kaitan tentang batasan dalam kegiatan pengenalan konsep bilanagan Kegiatan Inti : - Guru melaksanakan metode pembelajaran dengan kegiatan sesuai dengan tujuan, materi, situasi dan lingkungan - Guru menggunakan alat bantu/media berupa kartu angka - Guru melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis - Guru mengatur terjadinya interaksi antara guru dan anak, anak dan anak, dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan - Guru dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak - Guru dapat mengembangkan sikap mandiri kepada anak - Guru melaksanakan proses penilaian selama proses pembelajaran Kegiatanakhir : - Guru mereviw dengan membuat ringkasan sederhana tentang kegiatan pengenalan konsep bilangan HasilPengamatan 2 3 4 Jumlah1223 323 2 3 3 2 2 33411- Guru mengevaluasi dengan melakukan Tanya jawab mengenai kegiatan yang telah dilakukan Total Presentase 10 21 43 35 67%Keterangan : 4 : BaikSekali 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang Dari analisis Tabel 4.1 perolehan rata-rata persentase tersebut belum dapat dikategorikan mencapai / melampaui standart indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yakni sebesar 80% dari 13 jumlah materi pengamatan Tabel 4.2 Lembar Observasi Aktifitas Anak Silkus INo. 1. Aspek Yang Dinilai Kegiatan awal : - Menanggapi dan merespon aktifitas guru dalam mengajar - Merespon motivasi belajar yang diberikan guru dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan - Memahami acuan yang dikemukakan guru tentang kegiatan pengenalan konsep bilangan yang akan dilakukan - Menangkapkaitan yang dibuatoleh guru tentang batasan dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan KegiatanInti : - Memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan guru - Mencoba menggunakan alat bantu/media berupa kartu angka - Mengikuti tahapan kegiatan dalam pembelajaran - Anak merespon penjelasan guru dan berinteraksi langsung dengan guru, teman dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan. - Anak melaksanakan tugas bersama tanpa bantuan guru dengan rasa tanggung jawab. - Menciptakan situasi yang menyenangkan dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan secara klasikal/kelompok - Melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh guru untuk menyelesaikan LKS dengan baik dan benar. KegiatanAkhir : - Merespon pernyataan yang diberikan guru tentang kegiatan pengenalan konsep bilangan - Menjawab pertanyaan yang diberikan guru HasilPengamatan 2 3 4 Jumlah13 33333 3 2 3 2 3233 312mengenai kegiatan yang telah dilakukan Total Prosentase630 70%36Keterangan : 4 : BaikSekali 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang Penyajian data hasil pengamatan yang menggunakan lembar observasi, sebagaimana tertera pada Tabel 4.2, peneliti dan rekan kolaborasi menilai aktivitas anak kelompok B pada pelaksanaan tindakan dalam rangka peningkatan kemampuan kognitif mengenal konsep bilangan rata-rata 70% dari 13 materi. Tabel 4.3 Lembar Observasi Kemampuan Kognitif Dalam Mengenal Konsep Bilangan Siklus IMenyebutkan/ membilang urutan bil. 1- 20 *1 *2 *3 *4 Mengenal konsep bil. Dgn benda 1-20 *1 *2 *3 *4 Membilang dengan benda 1-20 KT *1 *2 *3 *4 T TT T T TT T T TT T TT TT T TT T T TT TT T TT T T T T TT T T T TT TNo. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.NamaAnak Didik Rangga Eros Alvin Divan Vicky Bilal FioRenza Levina Noval Martha Evan Dandi Salman Nando Vera Rasya Tasya Mardianti Tia Aril Bagus Igbal Darma Dewa Jois Fathur Auria Zulfan Vania1330. 31. 32. 33. 34. 35.Flora Livia Ratna Christin Andini Nurul Total 81 87 71% 69 66%1281269 24PERSENTASE72%T TT T T T T TT=12 T=23 66%Keterangan : *4 = Anak sudah mampu mengerjakan sendiri dan sudah rapi *3 = Anak mampu mengerjakan sendiri tapi belum rapi *2 = Anak sudah mengerjakan sendiri tapi masih perlu arahan dari guru *1 = Anak masih perlu bimbingan dari guru Keberhasilan pencapaian tingkat perkembangan kemampuan mengenal konsep bilangan anak yang mencapai 66%, jika dikonversikan dengan pedoman penyekoran, hasil rata-rata capaian perkembangan tersebut dapat dikatakan masih belum mencapai rata-rata standart capaian perkembangan yang telah ditentukan, yakni mencapai 80%. Kendala ketidak berhasilan mencapai standart capaian perkembangan yang telah ditetapkan, disebabkan salah satu dari indikator materi pengamatan. Merujuk pada hasil observasi tingkat capaian perkembangan tersebut, maka disepakati untuk melakukan daur ulang untuk perbaikan proses pembelajaran pada siklus II. d. Tahap Refleksi 1) Guru kurang dalam memotivasi anak, sehingga anak kurang bersemangat. 2) Guru kurang dekat dengan anak, sehigga anak kurang mengerti apa yang dimaksud dalam permainan. 3) Cara penggunaan media yang kurang terorganisir. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, maka peneliti dan kolaborator memutuskan serta merencanakan untuk melakukan perbaikan tindakan yang dilakukan pada siklus II. 2. Siklus II Proses pelaksanaan pembelajaran siklus II ini lebih difokuskan pada pemberian pendekatan guru terhadap anak, yang diimplementasikan melalui penugasan kepada seluruh anak, dengan cara melibatkan anak secara langsung untuk mempraktekkan mengenal konsep bilangan dengan menggunakan kartu angka secara urut dan benar, sesuai dengan contoh dari guru, hal tersebut sebagai manifestasi dari salah satu indikator capain perkembangan pada peserta didik kelompok B sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Analisis setiap tindakan pada tahapan tindakan selengkapnya dideskripsikan secara rinci, sebagai berikut :14a. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan tindakan siklus II sama dengan siklus I. Siklus II ini juga terdiri dari empat tahapan. Pada tahap perencanaan, dilakukan identifikasi masalah yang timbul pada siklus pertama. Kegiatan ini dilakukan oleh pihak peneliti dan kolaborator dengan mengacu pada hasil refleksi pada siklus pertama. Selanjutnya, dilakukan penetapan alternatif pemecahan masalah yang akan dilakukan pada tahapan tindakan penyusunan skenario pembelajaaran yang mencakup alternatif pemecahan masalah pada siklus pertama yang disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan kartu angka. Untuk menyajikan data dari hasil pengamatan terhadap refleksi pelaksanaan tindakan siklus I, berikut disajikan secara rinci dan berurutan pada setiap tahapan penelitian pada siklus II, sebagai upaya perbaikan proses kegiatan pembelajaran melalui kartu angka dalam rangka meningkatkan bidang pengembangan kemampuan kognitif, khususnya pada materi pengenalan konsep bilangan. b. Tahap Pelaksanaan Keterlaksanaan penerapan tindakan pembelajaran pada siklus II yang mengacu pada skenario pembelajaran yang tertulis dalam RPP. Skenario yang disusun pada siklus II difokuskan pada kegiatan pembelajaran mengungkapkan ide atau gagasan sebagai manifestasi dari kegiatan bercerita dengan menggunakan gambar seri secara individual. Kegiatan ini dapat diuraikan secara jelas di bawah ini : 1) Pertemuan 1 : (a) Guru/peneliti menjelaskan cara/teknik penggunaan kartu angka dalam menyebutkan/membilang urutan bilangan 1 - 20. (b) Guru/peneliti mengajak para anak untuk mempersiapkan kartu angka yang akan digunakan. (c) Guru/peneliti memberikan kesempatan pada anak untuk memilih kartu angka yang akan digunakan untuk menyebutkan/membilang urutan bilangan 1 - 20. (d) Anak secara bergiliran diberi tugas oleh guru untuk mengurutkan bilangan dengan menggunakan kartu angka yang dipilih. (e) Anak melakukan menyebutkan urutan bilangan dengan kartu angka sesuai konsep bilangan. (f) Guru/peneliti memberikan hadiah kepada anak yang berani tampil di depan kelas. (g) Di akhir pembelajaran, guru, kolaborator dan menyimpulkan atau merefleksikan hasil pembelajaran menyebutkan/membilang urutan bilangan 1 - 20 menggunakan kartu angka, guna mengetahui respon anak terhadap prooses pembelajaran. 2) Pertemuan 2 : (a) Guru/peneliti menjelaskan cara/teknik penggunaan kartu angka dalam mengenal konsep bilangan dengan benda 1 - 20. (b) Guru/peneliti mengajak para anak untuk mempersiapkan kartu angka yang akan digunakan.15(c) Guru/peneliti memberikan kesempatan pada anak untuk memilih kartu angka yang akan digunakan untuk memasangkan sesuai jumlah benda. (d) Anak secara bergiliran diberi tugas oleh guru untuk bermain kartu angka dengan benda. (e) Anak melakukan permainan (games) kartu angka. (f) Guru/peneliti memberikan hadiah kepada peserta didik yang dapat melakukan dengan baik. (g) Di akhir pembelajaran, guru, kolaborator dan menyimpulkan atau merefleksikan hasil pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan benda 1 - 20 menggunakan kartu angka, guna mengetahui respon anak terhadap prooses pembelajaran. 3) Pertemuan 3 : (a) Guru/peneliti menjelaskan cara/teknik penggunaan kartu angka dalam membilang dengan benda 1 - 20. (b) Guru/peneliti mengajak para anak untuk mempersiapkan kartu angka yang akan digunakan. (c) Guru/peneliti memberikan kesempatan pada anak untuk membilang dengan benda yang akan digunakan. (d) Anak secara bergiliran diberi tugas oleh guru untuk membilang dengan benda. (e) Anak melakukan permainan (games) membilang dengan benda. (f) Guru/peneliti memberikan hadiah kepada anak yang dapat melakukan dengan baik. (g) Di akhir pembelajaran, guru, kolaborator dan menyimpulkan atau merefleksikan hasil pembelajaran membilang dengan benda 1 - 20 guna mengetahui respon anak terhadap prooses pembelajaran. c. Tahap Observasi 1) Penguasaan guru dalam menggunaka kartu angka dalam proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus II. 2) Partisipasi peserta didik/keterlibatan anak dalam mengikuti pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan menggunakan kartu angka di depan teman sebaya. 3) Tingkat capaian perkembangan kemampuan kognitif khusunya mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B, melalui penggunaan kartu angka. Penyajian data hasil pengamatan keterlaksanaan proses pembelajaran pada siklus II disajikan dalam bentuk analisis tabulasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan penghitungan statistik sederhana. Dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan kualitas pembelajaran, sebagai manifestasi dari perubahan pola mengajar guru, serta aktivitas setiap anak pada saat proses pembelajaran, serta rata-rata persentase tingkat pencapaiannya, sehingga mempermudah peneliti untuk menginterprestasi data. Analisis tabulasi ditampilkan secara rinci sebagai berikut :16Tabel 4.4 Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus IINo. 1. Aspek Yang Dinilai HasilPengamatan 1 2 3 4 JumlahKegiatanawal : - Guru dapat menarik perhatian siswa yang meliputi gaya mengajar, alat bantu mengajar dan pola interaksi yang bervariasi - Guru memberikan motivasi belajar pada anak - Guru memberikan acuan tentang kegiatan - Guru membuat kaitan tentang batasan dalam kegiatan 2 Kegiatan Inti : - Guru melaksanakan metode pembelajaran dengan kegiatan sesuai dengan tujuan, materi, situasi dan lingkungan - Guru menggunakan alat bantu/media berupa kartu angka - Guru melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis - Guru mengatur terjadinya interaksi antara guru dan anak, anak dan anak, dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan - Guru dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak - Guru dapat mengembangkan sikap mandiri kepada anak - Guru melaksanakan proses penilaian selama proses pembelajaran 3 Kegiatanakhir : - Guru mereviw dengan membuat ringkasan sederhana - Guru mengevaluasi dengan melakukan Tanya jawab mengenai kegiatan yang telah dilakukan Total Persentase 88 %3 3 4 44 3 4 3 3 4 4 18 284 3 46Keterangan : 4 : BaikSekali 3 : Baik 3 : Cukup 1 : Kurang Kesuksesan perubahan pola mengajar dalam siklus II, tercermin pada sikap guru yang mulai mampu bersikap menjadi fasilitator, guru memberi kesempatan pada anak untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran, yang diimplementasikan dengan pemberian kesempatan untuk memilih kartu angka oleh anak, yang digunakan pada aktivitas17memasangkan sesuai pasangannya secara bergantian. Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik terlihat aktif. Tabel 4.5 Lembar Observasi Aktifitas Anak Siklus IINo. 1. Aspek Yang Dinilai Kegiatan awal : - Menanggapi dan merespon aktifitas guru dalam mengajar - Merespon motivasi belajar yang diberikan guru - Memahami acuan yang dikemukakan guru tentang kegiatan - Menangkapkaitan yang dibuatoleh guru tentang batasan dalam kegiatan KegiatanInti : - Memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan guru - Mencoba menggunakan alat bantu/media berupa kartu angka - Mengikuti tahapan kegiatan dalam pembelajaran - Anak merespon penjelasan guru dan berinteraksi langsung dengan guru, teman dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan. - Anak melaksanakan tugas bersama tanpa bantuan guru dengan rasa tanggung jawab. - Menciptakan situasi yang menyenangkan dalam kegiatan pengenalan konsep bilangan secara klasikal/kelompok - Melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh guru untuk menyelesaikan LKS dengan baik dan benar. KegiatanAkhir : - Merespon pernyataan yang diberikan guru - Menjawab pertanyaan yang diberikan guru mengenai kegiatan yang telah dilakukan HasilPengamatan 2 3 Jumlah14 4 4 3434 3 3 4 3 433 21 243 3 45Total Persentase 87%Keterangan : 4 : BaikSekali 3 : Baik 2 : Cukup 3 : KurangHasil analisis statistik deskritif yang berkaitan hasil pengamatan aktivitas / partisipasi anak pada proses pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan kartu angka pada siklus II, yang diperoleh dari analisis tabulasi dan analisis melalui penghitungan statistik sederhana, menunjukkan hasil rata-rata persentase keaktifan pada proses pembelajaran sebesar 87%, jika hasil rata-rata tersebut dikonversikan dengan pedoman penyekoran, maka hasil rata-rata keaktifan persentase18anak pada pembelajaran dapat digolongkan sangat tinggi dan melampaui standart tingkat keaktifan. Tabel 4.6 Lembar Observasi Kemampuan Kognitif Dalam Mengenal Konsep Bilangan Siklus IIMenyebutkan/ membilang urutan bil. 1- 20 *1 *2 *3 *4 18 116 96% Mengenal konsep bil. Dgn benda 1-20 *1 *2 *3 *4 69 48 2 Membilang dengan benda 1-20 KT *1 *2 *3 96 73% 4 *4 T T T T T T T T T T T T T T T T T T T TT T T T T T T T TT T T T T T T T TT = 2 T = 33 94%No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.Nama Anak Didik Rangga Eros Alvin Divan Vicky Bilal FioRenza Levina Noval Martha Evan Dandi Salman Nando Vera Rasya Tasya Mardianti Tia Aril Bagus Igbal Darma Dewa Jois Fathur Auria Zulfan Vania Flora Livia Ratna Christin Andini Nurul TOTAL PERSENTASE84%Keterangan : *4 = Anak sudah mampu mengerjakan sendiri dan sudah rapi *3 = Anak mampu mengerjakan sendiri tapi belum rapi *2 = Anak sudah mengerjakan sendiri tapi masih perlu arahan dari guru *1 = Anak masih perlu bimbingan dari guru19Penyajian data hasil pengamatan tersebut di atas, menunjukkan bahwa pada siklus II tingkat pencapaian perkembangan pada materi pengembangan kemampuan kognitif mengenal konsep bilangan anak dalam proses pembelajaran melalui penggunaan kartu angka, pada anak kelompok B TK Mekar Sari, mencapai nilai ketuntasan rata-rata persentase sebesar 94%, dari 35 anak yang belum tuntas dalam membilang dengan benda 1-20 sebanyak 2 anak . d. Tahapan Refleksi Media yang digunakan sudah maksimal dan anak terlibat langsung dalam proses belajar mengajar. 1) Media sudah cukup dan perlu adanya variasi pada pelaksanaan agar anak lebih aktif lagi. 2) Guru cukup member motifasi tugas anak dengan baik. 3) Guru cukup member umpan balik pada anak dalam bentuk pertanyaan mengenai materi yang telah diajarkan pada pembelajaran. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, tingkat capaian perkembangan kemampuan dasar kognitif dalam mengenal konsep bilangan dengan menggunakan kartu angka pada anak kelompok B TK Mekar Sari dari siklus I dan siklus II dapat dipresentasikan melalui analisis tabulasi di bawah ini: Tabel 4.7No SiklusHasil Rekapitulasi Siklus I Dan Siklus IIBanyak Peserta didik dan Aspek yang diamati Menyebutkan Mengenal Rata-rata Membilang /membilang Konsep bil. Dengan benda 1Urutan bil. Dengan 20 1-20 Benda 1-20 72% 71% 66% 66% 96% 24% Meningkat 84% 13% Meningkat 73% 7% Meningkat 94% 28% Meningkat1 2I II Peningkatan Persiklus KeteranganBerawal dari penyajian data di atas, dapat dikatakan bahwa, efektifitas pengenalan konsep bilangan yang paling tinggi, adalah menggunakan kartu angka. Pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan kognitif dengan lebih baik. Di samping itu kartu angka digunakan dengan tujuan mengajarkan suatu proses atau prosedur, mengkongkritkan, dan mengembangkan kemampuan kognitif anak. Grafik 4.1 menunjukkan bahwa ada peningkatan antara siklus I dan siklus II yaitu :20100 80 60 40 20 0 Siklus I Siklus IIGuru Anak KemampuanGrafik 4.1 Hasil Rekapitulasi Siklus I dan Siklus II Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pengenalan konsep bilangan dengan menggunakan kartu angka dalam upaya optimalisasi kemampuan kognitif pada anak kelompok B TK Mekar Sari Surabaya dapat dikatakan berhasil. Untuk itu tidak memerlukan perbaikan pada siklus berikutnya. Simpulan Dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil penelitian di lapangan yang telah dijabarkan mengenai optimalisasi kemampuan kognitif pada anak kelompok B TK Mekar Sari, melalui pengenalan konsep bilangan dengan media kartu angka sebagai manifestasi perbaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 1. Penggunaan kartu angka dapat meningkatkan aktifitas guru pada kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B TK Mekar Sari Surabaya. 2. Penggunaan kartu angka dapat meningkatkan aktifitas anak pada kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B TK Mekar Sari Surabaya. 3. Dengan penggunaan kartu angka dapat meningkatkan pada kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B TK Mekar Sari Surabaya. Saran-saran 1. Kepada guru diharapkan dalam proses pembelajaran untuk menerapakan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B TK Mekar Sari Surabaya. 2. Kepada guru diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B TK Mekar Sari Surabaya 3. Untuk penelian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan agar diperoleh hasil yang baik.21DAFTAR PUSTAKA Arikunto, 2009.ManajemenPenelitian. Jakart :RinekaCipta Diniatidkk, 2010.PenelitianTindakanKelas. Bandung :CV.YramaWidya. Hamalik, 1989. Media Pendidikan , dalam Sanaky 2011, Media Pembelajaran. Yogyakarta : Kaukeba Hopkins D, 1993. A Teachers Guide to Classroom Research. Philadelphia: Open University Press. Hurlock, 1999. Psikologi Perkembangan (terjemahan), dalam Susanto 2011, Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Hurlock, 1978. Perkembangan Anak (terjemahan), dalam Susanto 2011, Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Kemendiknas, 2010.Kurikulum Taman Kanak-KanakPedomanPengembangan Program Pembelajaran Di TK.Jakarta Mulyasa (2008) PraktekPenelitianTindakanKelas.Jakarta :Rosda Piaget, 1972. Teori Perkembangan Kognitif Piaget, dalam Sujiono dkk 2008, Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka. Rahman, 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini dalam Susanto 2011, Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Sanaky, 2011.Media Pembelajaran.Yogyakarta :Kaukeba. Sudiman dkk, 2002. Media Pendidikan dalam Sanaky 2011, Media Pembelajaran. Yogyakarta : Kaukeba. Sudijono, 1987, PengantarStatistikPendidikan, Jakarta :Rajawali Sugiyono, 2011 MetodePenelitianPendidikan. Bandung : Alfa beta Sujiono dkk, 2010. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka Susanto, 2011PerkembanganAnakUsiaDini. Jakarta :KencanaPrenada Media Group Yew, 2002. Mats The Fun and Magical Way dalam Susanto 2011, Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Recommended

View more >